Sedikit Perjuangan

Aku sakit. Badan panas tinggi, demam, pusing, flu, tenggorokan sakit, radang…. Wuah, drop-drop-drop!

Dari Aisyah Ra, Nabi Muhammad SAW bersabda : “Sakit panas itu adalah termaksud uapnya neraka jahannam, maka dinginkanlah dengan air,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Uwah, aku yakin aku masih berlumur dosa dan noda, tapi aku bersyukur masih diberi sakit, artinya masih selalu diberi kesempatan untuk bersujud untuk menghapus dosa. Kata Pak Ustadz juga sakit itu bisa jadi pelebur dosa. Amin.

Penyebabnya aku sakit yang pasti kurang istirahat dan kurang jaga kondisi badan, padahal udah tau lagi lembur terus gini ya. Seperti kalian tahu, aku belum akan libur dari tanggal 17 s/d 31 Desember nanti, karena ada lembur wajib (Over Time) dari kantor. Tadinya merasa fine-fine aja, baru ingat aku gak bisa kena asap rokok banyak-banyak atau dalam waktu lama, nah pas terakhir nongkrong di Blandongan sama kawan-kawan SMI, muka kena asap rokok melulu. Besok siangnya merasa ngantuk dan lelah, tapi sorenya harus tetap gawe. Jadilah badan drop mendadak.

Hari kedua, hidung meler, kepala pusing, udah minum multivitamin, madu dan obat, tapi belum ada perubahan. Sampai akhirnya sementara minta move skill to Jempol sama RTFM. Gak sanggup kalau quieng, customer marah-marah soal Blackberry sementara kepala nyut-nyutan. Lumayan gak terima telpon alias gak taking call, hehehe. Padahal all skill dr Bebas-Xplor-Gadget juga lagi gak quieng. But, by the way, selama ini aku belum pernah loh bundling Jempol or ijin sakit terus pulang. Tapi, kondisi sekarang benar-benar nyerah deh. Kalau gak mikirin Over Time yang sudah terlanjur diambil, perjuangan supaya dapat bonus untuk kirim ke ortu, mungkin sudah bolos aja deh.

But, I’ll keep fight it! I’m struggle girl, I’ll never fall!

 

Hari berikutnya sebenarnya tambah parah, tapi harus bertahan dong, sudah terlanjur eui… 4 hari lagi, 4 hari lagi… (Tahun Baru libur, nunggu bonus tiba… Yeah!).

Malamnya setelah tidur sore sepulang kerja, aku terbangun menjelang Isya, badan udah kayak dipanggang, panaaaasss banget, sumpah! Rencana mau minum obat sebelum tidur aja, soalnya tadi pagi habis minum obat aku malah ngantuk berat padahal harus kerja, kalau nanti sebelum bobo kan sekalian biar nyenyak.

Sampai akhirnya aku memohon ampun sama Allah, “Mohon ampun Ya Allah, panas sekali, aku gak kuat,” sambil berlinang airmata.  Aku sedih jadinya, demamku tinggi sekali, demam yang parah. Aku berdoa pada Allah agar memaafkan dosa-dosaku, mengampuni aku, menyembuhkan aku, baru sadar ini adalah peringatan yang manis dari Yang Maha Pengasih. Ada kesalahanku yang harus aku lebur dengan penyakitku ini.

Setelah itu aku minum obat. Better … walau masih meler, kepala pusing tapi demamnya turun. Gak bisa langsung tidur, gedebak-gedebuk sendiri akhirnya aku baca buku sampai badanku keringatan.

Inilah sedikit perjuangan, aku jauh dari orang tua, yang pasti merawatku kalau mereka dekat disini sewaktu aku tepar seperti ini. Tapi, aku harus bertahan, toh akhirnya aku juga harus hidup tanpa mereka pada akhirnya nanti, suatu hari. Hiks, hiks, feeling blue.

Aku tidak boleh lemah, aku tidak boleh jatuh, aku harus kuat, aku harus bertahan, karena mimpi di depan butuh aku.

Aku harus sembuh… Besok pagi aku harus bangun pagi memulai hari lagi. Semoga aku sudah lebih baik dari kemarin-kemarin. Amin.

Dan aku memang merasa lebih baik esoknya, pusing hilang tapi sekarang ganti suaraku yang hilang. Huaaa…. coba anda bayangkan seorang yang berprofesi sebagai Call Center, operator termanis di 817, suaranya serak-serak basah kuyup, mendesah (iyyy amit-amit) gak jelas ketika menerima telpon pelanggan.  Akhirnya setelah setengah perjalanan 9 jam kerja, aku minta bundling skill to Jempol lagi. Aku malah jadi ngantuk karena gak taking call sama sekali, padahal kalu aku angkat telpon pun suaraku kayak kucing kejepit pintu,

 ” Selamat sore, dengan –mute– (batuk=batuk), dengan Fajar –mute lagi (menarik nafas)-, ada yang bisa kami bantu?”.

Aku dengan sangat tidak enak hati minta lagi dikembalikan ke Gadget, tapi kata TL (Team Leader)-ku, Mbak LeA, gak pa-pa, lumayan buat istirahat. Yah sudah, suaraku juga tidak bisa keluar.

Tapi, ya aku sembuh! Hari ini Mbak LeA mendekatiku saat aku taking call, dan aku menjawab ceria “Mbak, suaraku sudah kembali….” dan dia tertawa. Aku senang Allah mengampuni aku yang lemah dan banyak dosa ini. Hehehe…

Notes :

Mami, aku sebenarnya gak pengen kerja sama orang lagi, pengen buka usaha aja, tapi sekarang belum bisa, mudah-mudahan dalam waktu dekat, doakan anakmu yang keren ini ya. AMIN.

Iklan

Satu pemikiran pada “Sedikit Perjuangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s