I’m gonna missed customer much!

*Dedicated for My Lovely TL ever : Mbak LeA

Hari dimulai ketika aku mendorong pintu kaca tebal dengan besi dingin Reksa Arcade, kemudian tersenyum pada security yang murah senyum dan sering menyapaku “Halo Reni isuk2…” (karena nama tengahku Fajar, hehehe), yang aku balas dengan “Ya, Pak wengi2…” (kan tugasnya sampai malam ūüėČ ). Kemudian mereka memberikan kunci locker.

Bekerja sebagai Customer Service Representative alias Call Center alias operator, memberikan sebuah tantangan, kesenangan, dan sekaligus keluhan : menerima keluhan dan mengeluh? Hehehe… Membantu orang-orang seputar permasalahan di handphone,service, product, simcard, network, dan sebagainya.

“Anda mendapat satu panggilan Bahasa Indonesia,” suara IVR (mesin penjawab) bergema di telinga dari AVAYA (telpon yang terhubung dengan sistem) ¬†dan dengan cekatan akan kami sambut dengan,

“Selamat pagi, dengan Fajar ada yang bisa kami bantu?”

Kemudian dengan sigap, cekatan atau malas-malasan (?) menggali informasi, mengecek via sistem yang bernama Clarify, klik sana klik sini (bukan FB-an, karena¬†gak ada fasilitasnya… hehehe), cek sana sini, memberikan informasi dan solusi yang akurat.

Dan ini adalah cerita-cerita lucu yang tidak bisa kulupakan selama satu tahun handle customer with nice and care, di Reksa Arcade, Call Center 817.

Suatu hari di bulan Juni, tanggal 29 sekitar pukul 18.30 WIB,

Ada customer lucu sekali, aku jadi merasa terhibur, kocak sekali deh. Kartu si customer ini terblokir PIN, jadi muncul keterangan di handphone-nya diminta PUK,

“Mbak, saya minta kode PUN…”

“Bagaimana Bapak, PUK maksudnya?” (aku mute AVAYA dan tertawa)

Kemudian aku meminta si Bapak menyebutkan nomor seri dibelakang kartunya alias ICCID, agar aku bisa informasikan PUK-nya.

“Mbak, ini gak keliatan nomor serinya, soalnya di tip-ex, saya kerok dulu ya Mbak,”

Huaaaa, aku mute sambil tertawa, sambil geleng-geleng kepala. Setelah dikerok, ajaib! ICCID-nya jadi kelihatan. Kemudian si Bapak menyebutkan satu baris nomor, aku bilang disebutkan semua,

“Waduh, Mbak, yang dibawah belum saya kerok, ntar ya Mbak, jangan ditutup dulu…”

Akhirnya aku menunggunya dan handle sampai 6 menit, padahal target untuk PUK paling biasanya 2 menit. Tapi, tidak apa-apa, karena jadi terhibur, hahaha.

Ada juga kejadian lain meminta kode PUK dengan menyebut,

“Mbak, minta kode PAK,” (dibaca dengan ejaan Inggris) atau ” Mbak, minta kode KPU, ” (disangka pemilihan umum kali, hahaha)

Suatu hari lagi di bulan Juli, tanggal 19, sekitar pukul 22.00 WIB, aku mendapat compliment dari customer, katanya begini :

“Suaranya cantik sekali…”

Huaaa… jadi terharu biru-kuning-hijau, Bapak customer gak tau sih, ini karena headset-nya yang membuat suara yang cempreng sekaligus jadi terdengar merdu kalau sedang taking call. Hahaha…

Masih hari yang sama,

“Mbak, saya mau aktipin GPRS dan MMS,”

“Tipe handphone-nya apa Bapak?”

“Nokia 6200,”

Kemudian ada suara menyahut dibelakang “6100, tauuu…”

“Eh, salah Mbak, Nokia 6100, kelebihan 100,”

Hihihi, dipikir kembalian beli permen kelebihan 100, ada-ada aja.

Ada juga customer yang sebenarnya complaint, tapi malah jadi lucu,

“Mbak, saya ini gak bisa telpon keluar, kalo telpon langsung mati terus…”

“Begitu Bapak ya, kalau menelpon langsung terputus, sejak kapan Bapak?”

“Udah lama Mbak, kalo lagi kumat memang sering putus, kalo lagi enggak mah bisa-bisa aja,”

Penyakit kallleeee pakai kumat segala… Customer terkadang lucu terkadang gokil, kadang menyebalkan. Hehehe…

Cerita yang lain,

“Mbak, saya mau nanya RiBiTi…”

“RBT maksudnya?”

“Iyah…” jawab customer dengan malu-malu.

Ada customer yang meminta diaktifkan RBT dari Cak Dikin, Karang Cinta, Alon-Alon Nganjuk, sewaktu dicari-cari di list RBT tidak ada. Sewaktu sedang booming lagu Tak Gendong, customer bilang seperti ini :

“Mbak, saya minta diaktifin RBT yang ‘tak gendong-tak gendong’ itu lho Mbak,”

“Maaf Bapak, penyanyinya siapa?” aku benar-benar lupa nama penyanyinya, sumpah, lagu ini baru keluar,

“Yang… itu loh, Mbak, waduh saya juga gak tau siapa penyanyinya…”

Lha, piye… aku yo lali e Pak (batin atiku). Dan dengan pede-nya aku berkata,

“Ohh… yang dari Mbah Darmo itu ya, Pak?” padahal Mbah Surip ya? -kacau cui, operator-nya kagak gaul, yah maklum ajah kita kan operator provider bukan operator radio (membela diri…).

“Iya Mbak, iya, ” kata customer-nya. Nah, dasar bego semua…

Di akhir Januari…

Ada customer minta di cek nomornya yang lain, setelah di cek, keterangan di sistem, sudah in cancelled atau dengan kata lain sudah hangus dan bisa diaktifkan di Center, kemudian aku informasikan kepada customer,

“Bapak, kartunya sudah hangus…”

dan entah bercanda atau benar-benar lugu, si Bapak menjawab,

“Gimana bisa hangus Mbak, kartunya gak pernah saya bakar,”

Wakakakakakaka…………….. Ampuuun dehhhh.

Kemudian permasalahan MMS, dari provider ini, menetapkan maksimal kapasitas pengiriman pesan gambar adalah 100kb baik ke sesama operator atau ke lain operator, karena kalau lebih biasanya sulit atau gagal terkirim, aku informasikan itu pada customer,

“Dikirim ke sesama¬†operator atau ke lain operator, Ibu?”

“Ke sesama Mbak, cuma deket kok, cuma ke Cilacap,”

Hiyaaa…

Ada juga yang seperti ini,

“Kapasitas gambarnya berapa Kb, Bapak?”

“Maksudnya Mbak?”

“Ukuran pesan MMS yang dikirim berapa Kb?”

“Oh… (mungkin dengan bingung), cuma kecil kok Mbak, 3X4…”

Gedubrak!!! Dipikir Pas Photo buat KTP kali yeee….

Kemudian ada customer temanku yang sangat keren (kata temanku), ketika minta diaktifkan GPRS/MMS dan menyebut tipe Handphone SE W250i dengan :

“Tipe Hp saya Sony Ericcson Double You Two Five Nol Ai…”

Oalah, OMG, kalau mau dieja dengan Bahasa Inggris yo ojo mekso, masa 0 harusnya Zero atau O jadi Nol, hehehe.

Lain soal kalau dapat customer dengan masalah Blackberry. Agar customer bisa akses BB setelah layanan aktif adalah ikon GPRS besar atau 3G di screen BB-nya. Ketika harus fact finding,

“Ibu, indikator GPRS di layar BB-nya sudah besar atau masih kecil?”

Terkadang dengan iseng aku mute AVAYA dan berkata sendiri tanpa customer dengar (karena di-mute…), “Kalau masih kecil berapa tahun Bu?” atau “Masukin TK kalau udah 5 tahun,” atau “Kalau kecil pake CapsLock, Bu…”

“Maksudnya, Mbak?”

“Lambang GPRS di layar handphone Ibu… bagaimana, besar, kecil?”

Sepertinya Ibu Customer jadi bingung sejenak kemudian menjawab,

“Sedang-sedang saja Mbak…”

Pertanyaan yang muncul, emang bisa? Atau hurufnya jadi kombinasi, G besar p kecil, dst-nya, yang menjadi GpRs begitu? Hahaha,¬†kAyaK sms anAk ABG jaMaN sEkaRaNg yAnG suKa DenGan huruf BesAr keCiL, disingkat-singkat, aduuuhhh… puyeng…

Ketika ditanya PIN dan IMEI agar BB bisa dicek via sistem, ada juga customer yang berkata :

“Untuk apa Mbak, PIN dan IMEI? Itu kan rahasia…”

Waduh, njut aku kon bantu ngopo Bu… Bu… (Capek deh…)

Dan masih banyak cerita-cerita lucu lainnya yang dimiliki teman-teman yang lain yang belum aku share disini. Masih banyak sekali, ini saja yang aku ingat.

Yah, begitulah. Aku senang dengan kenangan-kenangan itu, customer hanyalah customer, se-galak apapun mereka, se-cerewet apapun mereka, mereka sebenarnya bukan marah pada kita dan jangan pernah merasa dendam kepada mereka walau kita pernah dimaki-maki dengan kata-kata kasar, tidak senonoh dan melecehkan. Ketika keluar dari Reksa Arcade bawalah kenangan-kenangan manis-nya saja… Customer hanyalah customer

Aku bahagia bisa menjadi bagian dari cerita-cerita lucu itu, yang menjadikanku rindu bertegur sapa dengan mereka. Walau terkadang aku sering bermasalah dengan courtesy atau intonasi suara yang meninggi karena terbawa emosi, tapi… aku sungguh senang bisa berbagi canda dengan customer.

Dan, maafkan aku untuk semua penghuni Reksa Arcade karena aku pergi begitu saja (hehehe), tanpa pamitan, surat pengunduran diri pun belum ku buat, tidak menemui Team Leader, maafkan aku yaaa….

And for my best TL ever, Mbak LeA…

Mbak LeA, terimakasih banyak atas semua dukungan dan motivasi dari Mbak LeA… Akan aku ingat ini :

“Aku resign aja ah Mbak, kalau change skill to Xplor…”

“Lho? Kenapa resign? Aku yakin kamu pasti bisa…”

Dan, aku kena FE (Fatal Error), sering lagi, hehehe… tapi, dengan kebaikan Mbak LeA, aku jadi lebih hati-hati (trauma juga sih, hehehe).

“Kamu move to Gadget yah,”

Sumpahhhh, seneng bangetttt, walaupun buta BB masih mending lah bisa belajar, daripada Xplor salah info mulu. Hahaha…

Terimakasih untuk progress ke CU (Coresspondence Unit Team), jadi merasa berarti. Cieeehhh…

Tapi… akhirnya keputusan harus diambil, karena tidak boleh ada penyesalan setelah keputusan, yang penting bagaimana menjalankan keputusan itu setelahnya… Just no regrets for the best one, already I say…

Terimakasih Mbak LeA atas semua perhatian ke aku selama ini, aku anak yang ‘rebel’ yah alias suka melawan, hehehe, terimakasih soal schedule yang jumping dan akhirnya solved juga, terimakasih atas perhatian untuk tulisan di blog itu (WOW, senang bisa mengobrol satu jam sama management, sekalian curhat…).

Di akhir-akhir taking call maaf sekali kalau sangat buruk, GPRS hold-nya luama buanget, sampai 2 menit, tak tinggal ngobrol…

Semoga sukes selalu Mbak LeA dan semua teman-temanku di Reksa Arcade…

I’ve gotta to move on, lets try another, then we know… I’m gonna missed customer much!

Iklan

8 pemikiran pada “I’m gonna missed customer much!

  1. mba Rere kan ini…dulu tak cari2x lho mba…ternyata mang dah resign..kangen ni…sekarang dimana mba??
    aku masih di arcade ni..

    • Hula Ella… (lg mikir yg mana ya? yg jilbaban bkn ya?:-) ). Kangen jg sm batiknya Arcade tiap Senin but …ga kuat deh sm AC-nya, hehehe. Aku skrg di Lampung…

    • Wah, sudah 2 tahun lalu aku di Arcade-nya, skrg udah ga di sana. ;p
      Enak gak enak tergantung yg menjalani, kalau aku sih krn gak sabar aja kerja di sana, stuck ;p
      Goodluck for you, goodbless for the baby ūüôā

  2. mbak klau di call center XL itu shrusnya masa aktif ya brapa tahun sich??
    ? trus karir ya gmna. bagi crita dong aku mau trening ni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s