Dewa Budjana

Namanya kalau tidak salah Hasto Wirasto. Dia mirip Budjana, bagiku. Sayang, aku harus resign dan tidak bisa memandangnya lebih lama lagi di kantor. :p Kalau ada seseorang yang mengenalku dan mengenalnya, dan membaca tulisanku ini, mungkin orang itu berkenan sampaikan ke Hasto Wirasto kalau aku sempat mengaguminya (kalau dia belum punya istri, hahaha). Apa cobaaaa….

Budjana yang mungil, aku melihatnya dari jauh saat konser di Grha Saba. Dia jadi tambah mungil dan aku mengagumi petikan gitarnya dan semuanya. Bali yang terlantun dari lagu-lagunya, istrinya yang cantik, kereligiusannya…

Budjana yang mungil, aku suka padamu. 🙂 Saat melihatnya di buku biografi bandnya yang terkenal, dia bersama keluarga dan anaknya. Semoga mereka bahagia, harmonis sepanjang masa. Melihat Budjana di suatu wawancara, aku kagum akan hormatnya pada leluhur, ketaatan terhadap ke-Hindu-annya.

Aku baru mulai mendengarkan Budjana sekitar tahun 2005. Awalnya aku hanya sering berpikir kenapa semua lagu GIGI tidak ada yang tidak menyentuh dari Nirwana-Kuingin-Tanpamu Sepi-Cinta Terakhir-11 Januari-Restu Cinta-, ternyata gitarisnya memang mantap. Mungkin yang menyukai GIGI juga akan menyukai musik Budjana. Mungkin loh. Aku sering menyebut musik Budjana sebagai ‘Bali banget’‘ , karena menurutku musiknya tidak pernah lepas dari suasana-nuansa-aroma tanah airnya.

Musiknya indah sekali, menggugah perasaan. Cie… prikitiew. 🙂 Musiknya istimewa untukku, pada awal aku menikmati itu. Semakin lama menjadi sangat istimewa. Terimakasih Dewa Budjana.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s