Sya la la la, dudududu, nananana, lalalala….. “Ashita Harerukana…”

PROPOSAL DAISAKUSEN

Aku benar-benar jatuh cinta setengah mati (lagi) pada Jepang. Dulu sekali aku suka film drama seri Jepang, jaman aku masih SMA, Anchor Woman yang paling aku ingat. Apalagi setelah kemarin menonton Proposal Daisakusen di laptop sahabat tercinta. Hwaaaaaa…. Dan, sedikit banyak berhubungan dengan kehidupan nyataku. Hehehe, sengaja dikait-kaitkan biar nyambung. Tapi, garis besarnya sama kok. Apa coba? Ya itu, penantian terhadap seseorang yang kita yakini tapi begitu panjang perjuangan untuk dapat meraih seseorang tersebut. Hahaha, siapa tuh? Ada deh…

Proposal Daisakusen adalah film drama seri Jepang, sebanyak 11 episode yang sumpaaah gokil, lucu, dan konyol sekali. Kata sahabatku, bintangnya mirip dengan cowok idamanku, hohoho. Yamashita Tomohisa, biasa dipanggil Yamapi, dan di film tersebut dia berperan sebagai Iwase Ken alias Kenzo. Iya sih, mirip, apalagi kalau pas mecucu. Wakakaka.
Bintang ceweknya Masami Nagasawa berperan sebagai Yoshida Rei.

Bercerita tentang seorang cowok yang tidak berani mengungkapkan perasaannya kepada cewek yang disukainya dikarenakan dia terlalu gengsi, terlalu cuek dan tidak peka dengan perasaan si cewek. Si cowok bernama Kenzo, dan si cewek bernama Rei (berasa gue gitu, Rere :D). Mereka bersahabat sejak SD, dan ketika ada satu moment kenakalan masa kecil, saat Kenzo menunjukkan terbang layang dan kemudian diikuti dengan semangat oleh Rei yang mengakibatkan tangan Rei cidera, Kenzo kecil berjanji akan melindungi Rei selamanya, Rei kecil dengan wajah tersenyum sumringah menjawab, “Mohon bimbingannya,” sambil membungkukkan badan.
Rei sebenarnya sangat menyukai Kenzo sejak kecil, namun dia juga tidak bisa mengungkapkan secara jelas karena Kenzo sangat tidak peka terhadap perasaan Rei. Ada banyak pertanda yang coba Rei berikan, tapi Kenzo selalu tidak bisa merasakan atau melihat hal itu. Hiks, emaaaanggg, dasar cowok aneeeeh.

Sampai pada hari resepsi pernikahan Rei dengan Tada (seseorang yang dipilih Rei untuk pasangan hidup, pada akhirnya), Kenzo menyesali semua yang terjadi dan ingin memperbaiki kesalahan-kesalahan yang diperbuatnya di masa lalu saat melihat slide-show foto kebersamaan dirinya dan Rei sejak kecil hingga mereka dewasa, di foto-foto itu entah kenapa, selalu menunjukkan bahwa dimana ada Rei pasti ada Kenzo, dengan berbagai keadaan dan kejadian, baik kejadian sedih maupun senang, sejak mereka SD sampai dengan ketika Rei akan menikah.

Karena dibantu oleh seorang Peri Gereja, Kenzo akhirnya bisa kembali ke masa lalu, bermaksud untuk memperbaiki keadaan yang membuat Rei kecewa terhadap dirinya menjadi lebih baik atau minimal bisa membuat Rei bisa tersenyum bahagia. Namun sedikit sekali keadaan yang bisa dirubah menjadi lebih baik, malah kebanyakan ada keadaan yang benar-benar tidak bisa dirubah sama sekali, karena walaupun sudah kembali ke masa lalu dan Kenzo menyadari bahwa wanita yang disukainya di seluruh dunia hanya Rei, dia tetap tidak bisa mengungkapkan itu pada Rei. Dasar bodoh sekali, Kenzo ini. Hahahaha.

Banyak makna yang ingin disampaikan di film ini, seperti kutipan Abraham Lincoln, “Aku tidak mau tahu kamu yang gagal, aku hanya ingin tahu kamu yang berhasil.”
Maksudnya jika kita sudah memiliki kesempatan untuk meraih sesuatu, memperjuangkan sesuatu, atau misal mengungkapkan perasaan kita terhadap orang yang kita tuju, tidak perlu terlalu banyak alasan untuk mengungkapkan itu. Misal, “kalau mobil merah itu lewat baru akan aku katakan”, “jika aku sudah sukes baru aku akan mengatakannya”, dan lain-lain semacam itulah.

Karena kita tidak akan pernah tahu kapan kesempatan akan datang lagi kepada kita. Tentu saja Peri Gereja itu bukan makna sesungguhnya dari keajaiban. Hehehe. Maksudnya adalah supaya kita melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Kesempatan terkadang tidak datang dua kali. Bisa saja tidak ada kesempatan kedua atau bahkan tidak ada sama sekali kesempatan kedua untuk kita. Bisa saja pada akhirnya kesempatan itu tidak akan pernah ada lagi untuk kita. Dan rasa pada setiap kesempatan tidak akan pernah lagi sama.
Proposal Daisakusen sungguh bagus, tidak hanya proses perjuangannya yang bisa dijadikan masukan untuk hidupku sendiri. Cieeeh… LOL.

*Ashita Harerukana : Akankah hari esok cerah?
adalah OST Proposal Daisakusen yang sangat baguuuusss sekali… 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s