Kebaikan Kecil*

Hari ini aku bahagia, bisa tersenyum dengan penuh rasa syukur itu menyenangkan sekali. ^_^

Pagi, tiba di kantor, seperti biasa beraktivitas dengan rutinitas, whatever I say, hehehe. Tiba-tiba ada yang Skype aku di sela kesibukanku (gayanya sibuk banget gitu loh), salah satu temanku di kantor.

[10:01:58 AM] anin : ak bawa lapis legiit buat kamyuuuu
[10:02:18 AM] re : ow ow ow aku jd merasa spesial

Jujur, rasanya bahagia yang bagaimana ya? Senang saja begitu. Senang yang benar-benar senang dari hati yang paling dalam, terucap kata cinta untukmuuu (bablas jadi menyanyikan lagu Stinky 😀 ). Hahaha. Mungkin karena sewaktu aku mudik kemarin, dia menitip lada alias merica alias pepper, aku belikan alakadarnya untuknya. Dan dia menerimanya dengan senang hati. Jadi dia balas memberi sesuatu padaku hari ini. Yah, namanya juga teman, sudah sewajarnya lah saling membantu. Cuit cuiii…

Dan, hari ini temanku itu dengan gaya maling alias mengendap-endap, langsung memasukkan sebuah stoples bundar kecil (yah gak kecil banget sih) ke dalam tasku.
“Makasih yaaa,” aku mengucapkan kata terimakasihku dengan tulus.

Aku jadi ingat kejadian ini.
Suatu hari aku pulang naik Trans Jogja dari Halte Prambanan. Ada penumpang sepasang suami istri yang membawa balita cowok, yang atraktif selama di bus. Bergerak kesana-kemari tidak ada lelahnya. Sampailah kami di Halte Maliboro I. Sepasang suami istri akan keluar dari bus, dan penumpang di halte menunggu beberapa penumpang sebelumnya untuk turun dari bus. Tiba-tiba si balita muntah alias gumoh (dalam bahasa Jawa) cairan putih kental yang tidak lain tidak bukan adalah susu ke tangan seorang cowok—yang menurutku sih cakep dudududu, lalalala jatuh cinta berjuta rasanya ^_^—– dan lumayan banyak juga muntahan si adik kecil, mungkin si adik kecil sudah masuk angin dari tadi. Dengan tampang bengong tidak bisa marah si cowok hanya bisa melihat bergantian dari tangannya yang kotor kemudian melihat ke sepasang suami istri yang sudah disibukkan oleh bayi mereka yang juga kotor bajunya. Kebetulan aku membawa tissue, aku langsung menyerahkan semua tissue-ku ke cowok itu hanya dengan kata pendahuluan, “Mas, mas, nih….” Kemudian si cowok membersihkan dengan cepat kotoran di bajunya, dan segera naik ke dalam bus.
Pada saat itulah, rasanya senang bisa melakukan sesuatu untuk orang lain, walaupun itu hanya sebuah perlakuan kecil tapi membuat hati menjadi bahagia. Yah, seperti yang Anin lakukan hari ini padaku. Aku yakin dia juga senang akan kebaikan kecil yang dia lakukan, dan aku pun senang menerimanya.

Hmmm, by the way, cowok itu apa kabarnya ya? Hihihi.
*Thanks today buat Anin_Belle

Iklan

6 pemikiran pada “Kebaikan Kecil*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s