Tuhan Rindu Do’aku

Sudah lama rasanya, seperti berabad-abad lamanya aku tidak menulis. Menulis bagiku sangat penting sekali. Menulis bukan karena tugas atau pekerjaan tapi menulis atas kehendak sendiri. Mengeluarkan semua yang ada dibenak dan di pikiran. Mengeluarkan emosi yang terpendam dalam lubuk jiwa, dan menyalurkan amarah serta emosi ke dalam satu bentuk tulisan. Menyenangkan sekali.

Hari ini aku sangat mengantuk, seandainya aku bisa tertidur untuk waktu lima menit saja pasti kantukku hilang, tapi tidak bisa. Akhirnya aku membuat cappucinno di pantry kantor dan terseok-seok berjalan ke mejaku. Hoaaahm. Internet akses kantor juga sedang trouble dan saat ini sang maintenance-IT dari provider internet langganan kantor sedang mengulik apakah yang sebenarnya terjadi dengan koneksi internetnya. Dan tahukah kalian apakah penyebabnya? Semut. Semut?!! Iya, semut. Semut-semut kecil saya mau tanyaaa, apakah kamu di dalam wi-fi tidak takut kesetrum? Haaaah, ternyata banyak sekali semut yang keluar dari kotak wi-fi-nya. Akhirnya temanku menyedot semut-semut itu dengan penyedot debu. Aku takut kalau-kalau aplikasi internetku tersedot semua kesana. Hahahaha.

Aku kangen melakukan sesuatu yang kusukai. Tapi, apa ya? I need my passion back.
Menulis novel. Perlu riset. Perlu uang.
Membeli buku. Perlu uang juga.
Jalan-jalan. Perlu uang juga.
Cuti. Mudik. Perlu uang juga.
Kok semua butuh uang sih?
Stop! Jangan diperbudak oleh uang. Uang bukanlah segalanya, tapi segalanya butuh uang. Ngakak.com.

Ehm, beralih ke pertempuran hidup abad ini. Temanku bilang hidupku sungguh colourful. Penuh warna. Ada senang, ada sedih, ada bahagia, ada duka dan semuanya. Aku tersenyum sendiri. Ya, begitulah adanya. Pastilah begitu hidup semua orang. Aku juga kadang sering menangis, tertawa, tersenyum, marah, tidak mengerti, tidak terima dan banyak hal lainnya yang bisa terjadi padaku. Ada hal-hal yang ingin kupahami tapi ternyata aku tidak bisa memahaminya. Ada hal yang tidak kupahami dan akhirnya tetap saja tidak bisa kupahami. Aku hanya memahami bahwa hidupku tidak akan berhenti karena suatu hal telah menimpaku saat-saat terakhir ini. Semua yang telah aku bangun, pertemanan baik dengan semuanya, hal-hal yang tidak bisa atau belum bisa aku lupakan, seharusnya aku tidak memaksakan diri untuk semua itu. Mungkin aku perlu bersabar sedikit lagi, agar waktu membuktikan padaku bahwa keyakinan yang aku bangun itu memang tidak pernah salah. Aku sedang tidak terpikir untuk berdo’a saat ini, walaupun mungkin Tuhan rindu pada do’aku. Aku juga rindu berdo’a pada Tuhanku, tapi sungguh saat ini aku tidak terpikir untuk itu. Aku tidak tahu saat ini aku sedang merasa bagaimana dan seperti apa. Rasa itu tetap ada. Mungkin seperti yang ABG saat ini sering bilang. Aku sedang galau.

Ngakak lagi. ^_^ Sambil nangis 😥

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s