Cherry Tomato

Akhir-akhir ini aku sedang sangat tertarik dengan yang namanya cherry-tomato alias tomat cherry. Yang tidak lain tidak bukan adalah sering disebut tomat rampai, tapi berdasarkan info yang dapat dipercaya (karena aku sendiri belum mencoba), rasa tomatnya lebih manis dan tentunya bukan tomat rampai biasa yang banyak kita temukan di pasar. Tapi, kata salah satu sepupuku, sekarang tomat rampai sudah langka, sampai kebingungan kalau ke pasar tidak dapat menemukan tomat rampai untuk sambal, yang banyak ditemukan sekarang malah tomat buah.

Aku jadi tertarik membeli tomat cherry kemudian tentu saja mencoba rasanya, awalnya tertarik karena tomat cherry ini muncul di film drama seri Korea favoritku, pemain utama wanitanya senang sekali makan tomat cherry sambil bekerja, dulu pemain utama wanita ini mengalami permasalahan dengan berat badan, kemudian akhirnya melakukan diet dengan hanya makan buah, termasuk tomat cherry.

Kemudian aku mengaplikasikan kesukaannya itu di sebuah cerita yang sedang aku buat. Mulanya kupikir tomat cherry itu tidak benar-benar bisa didapatkan di Indonesia, mungkin banyak ditemukannya hanya di luar negeri. Aku baru sadar pada akhirnya kalau tomat cherry yang dimaksud pastilah tomat rampai. Aku semakin semangat melanjutkan tulisanku karena tema cherry tomato. Aku browsing mencari informasi mengenai keunikan tomat cherry tersebut. Luar biasa ternyata, tomat cherry ini memang tidak mudah ditemukan, kalaupun ada di supermarket, harganya relatif mahal dan membuat kita mengelus dada, belum lagi kalau rasanya sudah tidak sesuai dengan harapan kita, segar dan manis, karena tomat cherry yang dijual tersebut mungkin terlalu lama disimpan di freezer atau bisa juga dari pembibitan yang tidak sempurna yang membuat rasanya mungkin masam, sudah terkena pestisida, dan lain-lain. Sekali lagi, aku memang belum mencoba tomat cherry ini tapi demi tulisanku, aku akan berniat mencari dan mencoba rasanya.

Ternyata tomat cherry tidak melulu berwarna merah cherry tapi ternyata ada juga yang berwarna kuning cerah seperti warna kulit jeruk lemon. Di tanah pertanian Amerika dan Inggris sana, para petani menjaga kualitas bibit tomat agar kualitas rasa juga tetap terjaga. Karena kita tahu juga, banyak sekali menu mereka yang berbahan dasar tomat, seperti pasta tomat misalnya.

Gambar

Dari hasil penelusuranku mengenai tomat cherry ini, pertama aku ingin membeli dan mencoba rasanya. Mungkin kalau ada kesempatan ke Bogor atau Bandung aku bisa menemukan tomat cherry yang aku harapkan. Aku belum tahu di Jogja akan cari kemana, tapi baiklah aku akan mencoba mencarinya. Nah, kalau sudah ketemu dan menurutku rasanya tidak cukup mengecewakan, aku akan mencoba melakukan pembibitan. Sementara ini aku malah melakukan pembibitan jeruk bali pemberian temanku kantorku, yang setiap aku selesai makan aku selipkan bijinya di pot-pot berisi mawarku. Senang sekali ketika melihat ada tunas yang tiba-tiba tumbuh, aku tidak berharap jeruk bali tersebut bisa berbuah, sekedar bisa di bonsai saja aku sudah cukup senang. Hahaha. Karena tentu saja aku memiliki keterbatasan merawat dan mengembangkan pembibitan jeruk bali, tomat cherry bahkan mawar-mawarku, karena aku tinggal di sebuah pondokan yang lantainya marmer semua bukan tanah subur seperti di rumah simbahku. Tapi, aku akan tetap berjuang mewujudkan keinginanku : membeli tomat cherry, menanam bibitnya, merawat jeruk baliku, dan merawat mawarku, mudah-mudahan juga aku bisa membeli pupuk untuk bunga dan buah. Aku jadi bersemangat sekali. Mudah-mudahan semua bisa cepat terwujud. Yosh!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s