Prosecutor Princess vs Zettai Kareshi

Salah satu hobiku adalah menonton Korean Drama. Pasti kebanyakan perempuan Indonesia juga suka dengan drama yang biasanya bergenre comedy-romantic dan semacam itu. Apalagi ibu-ibu muda yang sudah menikah dan tidak sibuk bekerja. Dulu, saat aku menganggur, hiburan utamaku adalah menonton Film Drama, dulu harus selalu menunggu penayangannya di stasiun televisi tertentu, belum ada jamannya download dan lain sebagainya, tidak seperti sekarang yang semakin canggih. Kalau pinjam CD biasanya seringnya malah macet gak karuan. Sekarang, saat aku sudah sibuk bekerja, paling nyaman adalah meng-copy dari warnet yang koleksi film dramanya lengkap dan tinggal pindahkan ke hard-disk dengan memory yang menakjubkan. 8 GB. Hohoho. Lengkap sudah episode awal sampai akhir film drama yang ingin aku tonton.

Dari sekian banyak judul yang pernah ku tonton dan kuingat dan tentu saja ini adalah film-film Drama Seri Korea yang paling aku suka, yaitu sejak kemunculan Sonic Youth, Ad-Madness, Endless Love, Stairway to Heaven, Friends, Full House, Memories of Bali, di jaman dahulu kala sampai kini sudah beralih ke Brilliant Legacy, He Is Beautiful, Cinderella Stepsister, Secret Garden, Bread Love and Dreams, Heartstrings, Dream High dan lain-lain.
Nah, yang paling aku suka adalah tet-reret-tereeeet : PROSECUTOR PRINCESS. Horaaaaaaiiiii, kemudian kepalaku diberi mahkota, blink-blink! Hehehe. Prosecutor Princess ditayangkan di Korea sudah sejak awal 2010 lalu, sedangkan di Indonesia mulai diputar sekitar akhir 2010 kalau tidak salah. Aku bisa sangat menyukai drama ini karena unik dan berbeda dengan cerita drama Korea pada umumnya. Drama yang satu ini sangat realistis dan tidak menjual mimpi. Yang paling aku suka bukan pemeran utama pria yang memang ganteng itu, Park Shi Hoo sebagai Seo In Wo, tapi aku lebih suka seorang wanita cantik Kim So Yeon yang berperan sebagai Ma Hye Ri. Bercerita tentang seorang perempuan yang memilih menjadi seorang jaksa dengan IQ yang sangat tinggi, daya ingat yang kuat, sangat cerdas namun naif dan polos. Kemudian dirinya jatuh cinta kepada seorang pengacara ganteng yang akhirnya sedikit terhalang karena masa lalu kedua orang tua mereka. Ma Hye Ri sebenarnya lebih suka bersenang-senang dengan kehidupan mewahnya sebagai anak semata wayang seorang pengusaha kontruksi ketimbang sibuk bekerja. Itu pada awalnya, selanjutnya ketika episode berikutnya, drama ini lebih menunjukkan sesi-sesi yang menyedihkan. Di Kantor kejaksaan, dia adalah satu-satunya perempuan yang tidak berpenampilan seperti jaksa, sangat modis dan fashionable. Yang menarik adalah masa lalunya yang mengalami obesitas sampai-sampai mengakibatkan dirinya tidak punya teman dan selalu dijauhi lelaki. Aku suka ketika melihat Ma Hye Ri saat menangis dan bersedih, kemudian melakukan hal-hal konyol. Aku sangat suka melihat ekspresinya. Lucuuuuu dan yang pastinya cantik.

Nah, itu tadi dari kubu Korea. Sekarang saatnya membahas Japan Dorama.

Yang dulu pernah aku tonton adalah Anchor Woman. Hanya itu yang bisa aku ingat. Sepertinya Film Drama Jepang jarang tayang di stasiun televisi Indonesia. Tapi, setelah melakukan perburuan yang cukup maksimal, akhirnya ketemu juga dengan drama-drama menarik seperti One Litter of Tears, Proposal Daisakusen, Buzzer Beat, Dragon Zakura, Hard To Say I Love You, Dr. Do A Little. Dan yang paling aku sukai adalah jreng-jreeeeeng-jreeeeng : ZETTAI KARESHI! Haik! Ceritanya bagus, unik, menarik dan pemainnya cuteeeee sekali bernama Mizushima Hiro. Sudah menikah dengan seorang penyanyi bernama Ayaka. Beberapa kali main di film drama tapi bukan sebagai bintang utama dan dia sudah berhenti dari dunia keartisan sejak beberapa tahun lalu dan fokus menjadi seorang penulis. Zettai Kareshi bercerita tentang pacar ideal yang diwujudkan dalam bentuk sebuah robot laki-laki yang sempurna karena pembuatannya sudah disesuaikan dengan keinginan pemesannya. Tapi, walaupun sudah sangat ideal, robot tetaplah robot, yang walaupun di akhir cerita si robot sudah memiliki perasaan seperti layaknya manusia dan benar-benar jatuh cinta pada pemesannya, namun tetap memiliki masa pemakaian. Si robot merelakan dirinya di non-aktifkan selamanya agar wanita yang dicintainya bisa benar-benar hidup dalam kenyataan dan mewujudkan semua mimpi yang dimiliki sang wanita. Selain itu film drama ini juga bercerita bagaimana seseorang dengan semangat mengejar mimpi yang ingin diwujudkan sebagai seorang pastry yang terkenal. Kemahiran si pemeran wanita utama dalam membuat cream-puff membuat Mizushima Hiro menjadi jatuh cinta pada si wanita yang merupakan partner kerja di kantornya. Akhirnya mereka dekat dan mulai mewujudkan mimpi mereka bersama-sama. Yang menyedihkan adalah saat sang wanita tidak dapat melepaskan kepergian si robot dan sangat merasa sedih ketika ditinggalkan, sedang si robot akhirnya benar-benar memutuskan untuk pergi dan saat Mizushima Hiro yang mengetahui bahwa laki-laki yang bersama wanita yang selama ini disukainya ternyata adalah robot. Dan, si robot pulalah yang akhirnya menyatukan cintanya. Cihuiiiiii.

Itu adalah sekelumit kisahku mengenai kesukaanku menonton film drama. Sangat menyenangkan dan banyak yang bisa kita ambil sisi positifnya, dimana dari semua film drama yang aku tonton selalu berisi hal-hal yang berbau semangat, positive-thinking, perjuangan tentang hidup dan cita-cita.

Kamsahamnidaaa,
Arigatoooo-neeee ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s