Kisah Cinta Dalam Dongeng

Setelah sampai pada usiaku saat ini (yang tentu saja rahasia untuk umum, ha-ha, 28 tahun), lama-lama rasanya aku hendak beranjak menjadi orang gila. Setelah kecanduan film drama Korea, aku rasanya sampai pada di ambang batas antara yakin dan tidak yakin terhadap sesuatu. Pelajaran yang selalu aku ambil dari film-film drama tersebut adalah semangat mereka untuk terus bertahan dalam hidup. Mereka (orang Korea), dari artikel yang pernah aku baca : hidup dalam semangat semboyan hahn, suatu energi yang menggerakkan hasrat berpendidikan, bekerja dengan tekad tanpa kenal menyerah, berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan dan disiplin tinggi. Hal lainnya adalah, hmmm, aku suka rata-rata para perempuan Korea (yang ditayangkan di film drama tentu saja) sangat mandiri, dan mereka tidak terlalu memusingkan persoalan menikah atau pasangan hidup di umur yang sudah mengalami tanda-tanda penuaan dini. Mereka biasanya fokus pada karir mereka atau pada apa yang ingin mereka capai dan baru memikirkan hal lainnya. Ini sangat membantu dalam rangka memulihkan rasa percaya diriku yang notabene hidup di Indonesia dan hidup dilingkaran budaya Indonesia, yang membentuk keresahan tersendiri karena belum menikah juga di umur yang sudah sampai disini. Tuanya. Hahahahaha.

Seperti semua penikmat drama Korea juga tahu, kisah yang ditampilkan dalam setiap film drama Korea bagaikan kisah dalam negeri dongeng. Pangeran tampan, putri cantik, tuan muda, tuan putri, anak tunggal yang sangat kaya dan sebagainya disandingkan dengan upik-abu, pelayan, orang yang kurang beruntung, pengemis, orang miskin yang yatim piatu dan sejenis itu. Seperti kisah yang tidak pernah benar-benar terjadi di dunia, tapi sebenarnya beberapa kisah tersebut paling tidak memang pernah benar-benar terjadi. Terkadang menceritakan berbagai macam bentuk kemewahan hidup yang kurang masuk akal untuk orang seperti diriku-ha-ha. Selain menceritakan kemewahan hidup, drama mereka juga selalu menceritakan betapa kerasnya hidup, kerasnya perjuangan, memperjuangkan hidup dan perjuangan untuk bisa terus hidup dan bertahan, bergelut dengan kisah cinta yang menyedihkan dan menyakitkan namun selalu berakhir dengan bahagia alias happy-ending. Berakhir dengan bahagianya ini yang akhirnya sangat memukau bagiku. Seperti setelah berakhir dengan bahagia tersebut dunia berhenti berputar dan berpusat pada kebahagiaan yang telah terjadi itu. Seperti tidak ada hidup lagi untuk dijalani setelah itu karena episodenya berhenti di 16 atau 20. Dan, hidup yang sebenarnya tidak seperti itu. Tapi, ternyata aku mendambakan kisah cinta seperti itu, kisah cinta di dalam dongeng. Mendapatkan lelaki tampan, cerdas, kaya, terhormat, terpandang, penyayang, baik hati dan menerimaku apa adanya. Hihihihi. Aigoooo, film drama Korea benar-benar membuatku lebih banyak merenung.

Bicara tentang bertahan hidup di dunia yang keras ini, aku ingin menceritakan sesuatu. Kemarin aku sempat tidak mengacuhkan mawar-mawarku yang kutanam di balkon depan kamarku. Beberapa hari sempat tidak kusiram padahal di beberapa hari itu cuaca sangat kering dan panas. Aku benar-benar malas karena aku sedang tidak enak badan, flu dan demam. Aku hanya melihat mawarku dari balik kaca kamarku. Setelah aku benar-benar menyempatkan diri untuk melihat kembali mawar-mawarku, aku rasanya hampir menangis. Beberapa daun-daun mereka mengering kekuningan, mungkin 2-3 hari lagi tidak aku siram, mereka akan mati semua. Akhirnya aku meminta maaf pada mawar-mawarku, sepertinya sudah menjadi satu tanda-tanda kegilaan karena aku mulai mengajak tumbuhan bicara. Tapi, yang aku tahu tumbuhan pun bisa merasakan apa yang kita katakan. 2 hari kemudian, mawarku aku lihat lagi dari dalam kamar, dari balik pintu sekat kaca, aku melihat tunas-tunas baru tumbuh dan bermunculan. Hatiku sungguh gembira. Dan seperti mendapat semangat dan kekuatan baru, bahwa mawarku saja mampu bertahan melewati badai dan kesulitan (yang diciptakan olehku), tentunya aku juga harus bisa melewati semua badai dalam hidupku. FIGHTING! (kalau kata orang Korea).

Iklan

2 pemikiran pada “Kisah Cinta Dalam Dongeng

  1. Entah apa aku bisa menulis sepertimu saudariku,kuakui kau bisa membuat yg membaca ikut di dalamnya..Eum kalo bicara soal kemandirian seorang Wanita,banyak faktor yg bisa menjadikannya seperti itu..Malah kadang2 diawali dgn Terpaksa,trus Terbiasa,sampai pada tahap akhirnya Bisa Ikhlas Menjalani,maka jadilah Wanita Luar Biasa..Yg pasti Prosesnya harus tetap dijalani,apapun..Nah itulah yg perlu perjuangan..Masalah Jodoh,Usia bukanlah Patokan..Lambat msh lebih baik daripada cepat tapi salah alamat he2..Cuma satu Kata Kunci buat itu “SALING” ,karena dgn itu akan ktmu kata2 Tulus dan saling menerima apa adanya,Cinta yg Suci..Ku hanya bisa Menitipkan Do’a Buatmu saudariku..Syukurilah sekecil apapun yg kau dapat dalam hidupmu..Dan Semoga kau Menemukan Kebahagiaan yang Hak..Amin ya Robbal Alamin

    • Baik sekali do’anya. Terimakasih telah mendo’akan saya, semoga kebaikan ini kembali pada yg mengucapkannya. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s