Perahu Kertas Novel

Pertama kali aku membaca Novel Perahu Kertas atas pinjaman dari seorang sahabat yang pinjam juga dari seorang teman. Sahabatku sampai rela seperti itu karena menurutnya kisah pertemuan, perpisahan di novel itu ‘sangat aku.’ Aku jadi penasaran atas cerita sahabatku itu. Buku yang aku pinjam tersebut belum berupa buku novel yang bercover asli seperti yang beredar saat ini. Karena dulu novel ini belum cukup banyak beredar di pasaran, jadi teman sahabatku itu atas inisiatifnya sendiri memfotokopi novel tersebut dan dijilid menjadi buku. Perjuangan yang luar biasa bukan? Bukan maksud ingin memperbanyak tanpa ijin penerbit loh ya, karena ini bukan untuk dikomersilkan tapi untuk pribadi semata –klarifikasi–. Dan, syukurlah aku dipinjami bukunya tersebut. Melalui buku fotokopian itulah aku berlayar mendalami kisah Perahu Kertas. Ada apakah di dalam perahu tersebut?

Siapa sih yang tidak punya mimpi seperti Kugy? Setiap orang pasti punya mimpi, harapan dan cita-cita. Dalam bentuk yang berbeda dan berlainan pastinya. Sama seperti Kugy, yang memiliki cita-cita untuk menjadi penulis dongeng, cita-citaku adalah menjadi seorang penulis yang setidaknya bisa menerbitkan sebuah karya –setidaknya satu– dalam hidupku. Bedanya Kugy bermimpi menjadi penulis dongeng, sedang aku ya menjadi penulis, menulis apapun yang kusukai.
Kugy bersandar pada Keenan untuk meraih mimpi-mimpinya. Maksudnya Kugy memiliki semangat dan harapan baru saat Keena hadir dalam hidupnya. Keenan menjadi sangat berarti karena mampu memahami mimpi-mimpi Kugy dan menyemangatinya melalui sketsa-lukisan yang dibuatnya untuk Kugy.
Aku dalam taraf ingin sekali bersandar pada yang mampu memahami mimpi-mimpiku pada seseorang yang bisa membuatkan aku sebuah lagu untuk original-soundtrack cerita yang aku buat. Tapi, baik tulisanku ataupun lagu itu sepenuhnya masih berupa mimpi. Dan aku belum benar-benar menemukan seseorang yang bisa sepenuhnya memahami dan mendukung mimpi-mimpiku.

Kebetulan aku berzodiak sama dengan Kugy dan tentu saja aku bisa menjadi agen Neptunus, hahaha. Dan, sempat beberapa waktu lalu aku menemukan orang yang sangat ‘aku’ dan memahamiku dengan baik. Tapi, aku rasa bukan dia orangnya yang bisa aku anggap ‘Keenan’ karena sepertinya dia tidak begitu peduli dan mememahami mimpiku dengan baik walaupun aku yakin dia bisa membuatkan sebuah lagu untuk ceritaku. Just ignore this.

Sebenarnya aku sudah membaca novel Perahu Kertas ini sampai 2 kali, tapi entah kenapa rasanya tidak pernah bosan. Sampai akhirnya, aku membeli Novel Perahu Kertas yang sesungguhnya. Ini adalah must-read book dan must-have-book. Aku yakin tidak akan menyesal memilikinya karena dijamin sekali membuka lembar Novel Perahu Kertas, tidak akan bisa berhenti membaca kisahnya. Sekarang, aku sedang mulai membaca dari awal novel ini setelah kemarin melihat film Perahu Kertas.

Mari berlayar, ;p

Iklan

5 pemikiran pada “Perahu Kertas Novel

  1. Justru saya lagi mencari Kugy untuk melengkapi keceriaan hari-hari saya.
    Lahir tahun juli 1992, sama sekali ga masuk kriteria agen neptunus. Hehe.. Tapi Neptunus udah kenal saya kok jadi bisa disogok :).

    Hobi saya ga ada yang bersifat fisik. Contohnya, membaca, main gitar, nulis juga termasuk, dan yang agak sealiran sama keenan–Menggambar. Walau pun cuma tiga bulan, saya pernah ngerasain betapa senangnya menjadi guru menggambar. Tapi bukan lukis kanvas. Saya lebih condong ke manga (kartun jepang.) Intinya saya sangat mencintai seni.

    Kalo soal novel saya juga sempet nulis, tapi terhenti karena kemampuan nulis saya masih anak bawang.

    Yang saya idamkan dari sosok Kugy adalah seolah dia bisa membuat dunia kecil dengan aturan-aturan khayalannya dan mengajak saya untuk ikut serta dalam kegilaan yang yah, bisa dibilang indah… Dan yang spesial dari itu adalah, ga semua orang bisa ngerti apa yang lagi kita bicarain sampai-sampai kita asyik sendiri di dunia kita..

    Yah, kurang lebih sosok seperti itulah yang saya cari..

    Saya yakin pasti akan ketemu, Radar ini kuat kok. Hehehe

    Sorry yah kalo komen saya nyampah..

    Oh iya, soal proyek kamu buat novel, boleh dong sharing, ada kemungkinan aku bisa bantu, soalnya saya suka bermain dengan isnpirasi termasuk musik.

    Biarpun ga jadi Kugy & Keenan, minimal, kita bisa sahabatan.
    Alesan aku tertarik adalah, karena aku ga punya temen yang serius sama impiannya. Itu aja.

    Salam Alien!!!

    • WOW! What an amazing comment 😀
      Kugy in action ternyata jauh dari bayangan saya ketika baca novelnya 😀

      Wah, boleh dong karyanya di share, aku aktif di thecrowdvoice.com, kamu bisa sering2 ketemu dan berinteraksi denganku disana. Ditunggu ya^^

      Kalau memang serius ingin menulis, kuncinya nggak pernah berhenti nulis. Jadi, walaupun misal nggak jadi sebuah buku ataupun novel, yg penting tetap menulis, paling nggak 3-4 lembar sehari. Tidak ada yg tidak bisa nulis, kalau orang bilang menulis itu bakat, kayaknya saya kurang setuju. Orang yg nggak punya bakat pun, selama dia tekun dan rajin, pasti dia bakalan sama dgn orang yg sudah lebih dulu banyak menulis 😀

      Untuk saat ini, terus terang saya sedang kehilangan sosok ‘Keenan’ dalam hidup saya. Entah kapan saya bisa ketemu dgn orang seperti itu lagi. Dan, saya juga yakin suatu saat pasti ketemu, karena radar ini juga kuat 😀

      It’s okat buat komennya, kayaknya ini komen terkeren yg pernah saya terima di blog ini :’)

      Utk novel, saya sudah berhasil menerbitkan 3 buah novel fanfiction dgn tema pesanan (personel K-Pop), tapi saya masih punya mimpi menerbitkan novel yang benar2 ‘saya.’ Karena sebagai penulis pemula, saya masih harus lebih banyak menggali apa yg menjadi ‘jiwa’ saya dalam menulis cerita atau novel.

      Ah, ya, mari bersahabat, tentu saja akan saya sambut dgn senang hati. Semoga kita bisa ketemu lagi atau selalu ketemu dalam mimpi2 yg sama. Mari berlayar 😀

      • Aduh.. Gimana ya balesnya…?

        Pertama. Saya ga nyangka kamu bakal bales komen saya secepat ini, tapi tiba-tiba kayak ada dorongan untuk buka email. Karena saya cuma pake smartphone untuk berselancar diinternet. Jadi aktivitas login email adalah hal yang hampir ga pernah saya lakuin. 😀

        Kedua, saya seneng.. Ya saya seneng sama respon kamu.

        Tapi soal karya tulis saya, itu bener-bener karya yang ga masuk kriteria untuk di publikasiin di media sosial sekalipun. Karena selain cara penyampaian yang amatir, ceritanya juga blm selesai. Endingnya sih masih nyangkut di kepala, tapi blm bisa keluar jadi tulisan.

        Wow. Kamu hebat juga ya, udah nerbitin 3 novel walau itu pesanan. Boleh dong bagi-bagi pengalaman.

        Saya berharap kita bisa berteman lebih dekat lagi, mungkin di twiter, fb, atau BBM?

        Kamu idealis, makanya saya tertarik. Kamu seorang pemimpi, saya juga. Saya mau tau gimana rasanya punya sahabat yang sealiran.

        Semoga kamu mau berbagi impian !

        Ditunggu responnya. 🙂

        • Halooo, ya ampun maaf ya. Haha. Sebenarnya komen ini sudah saya baca setelah kamu komen, tapi saya ga bisa bales dari smartphone saya T__T

          Semenjak ga kerja kantoran lagi, akses internet saya juga terbatas. Bayangkan, saya harus naik angkot cuma buat ke warnet, karena belum tertarik beli modem. Wkwkwk, aneh ya, calon penulis ga punya modem utk mempermudah komunikasi :”>

          Sebuah karya walaupun seminimalis apapun itu, tetaplah sebuah karya. Jangan ragu utk berbagi karena dari sana nanti ketemu celah kurangnya, celah lebihnya, supaya bisa diperbaiki. Hoho. Tetap dinanti di thecrowdvoice.com yah. Saya sering bisa ditemui di sana. Dengan ID rerebungalembah #19925.

          Soal menulis, itu lebih karena terbayarnya perjuangan saya selama 12 tahun. Selama 12 tahun pula karya saya belum ada yg cocok dengan penerbit. Jadi, ketika suatu hari saya dihubungi penerbit lokal Jogja utk menulis cerita yg sudah ditentukan temanya, saya coba. Saya juga pengen tahu seberapa besar kemampuan saya dalam menulis sesuatu yg saya kurang banyak pengetahuan di dalamnya. Pd akhirnya memang sangat membuahkan hasil. Sekarang kebanyakan pembaca tulisan saya adl ABG. Wakakaka. Doakan naskah ke-4 bisa diterima lagi oleh penerbit. Kamu mau bukunya? Nanti aku kirimkan, spesial deh. Hehe.

          Seperti Kugy dan Keenan, kadang kita harus melalui jalan yg berputar-putar atau jalan yg memutar sebelum benar2 ketemu dgn impian kita sebenarnya. 😀

          Saya sempat cari akun twitter kamu, tp ga ketemu. Hihi. FB: Reni Fajarwati/bungalembah@yahoo.co.id @rerebungalembah PIN ntar aku DM aja yah :p
          Find me! :p

          Panggil aku Rere 😀

          Mari berbagi impian :’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s