Dunia Maya versus Dunia Nyata

Hmmm, aku sangat percaya bahwa daya tahan tubuhku sangat baik. Sistem imunitas dalam tubuhku bekerja sangat baik dan aku memang jarang sekali terserang penyakit. Sampai dengan umurku sekarang, aku tidak pernah sekalipun terkena typus ataupun DB. Dan, sungguh aku pun tidak meminta penyakit itu, amit-amit, jauh-jauh deh.

Tapi, terkadang, sebaik-baiknya manusia menjaga kesehatan, ada kalanya bisa terjatuh juga. Lima hari-lima malam aku demam terus menerus, tidak bisa tidur, pikiran melayang-layang. Sebenarnya aku sudah tahu aku sakit karena apa. Hehehe. Sakit pikiran. Percaya atau tidak, itulah yang terjadi.

Namun, untuk memastikan aku pun akhirnya pergi ke klinik/dokter. Aku diberi obat penurun demam karena keluhan utamaku memang hanya demam tanpa indikasi lainnya, misal seperti mual atau muntah. Tekanan darahku sempat naik, biasanya darah rendah 90/70, kemarin sampai 130/70. Waw, pantas saja kepalaku puyeng dan berat sekali.

Setahuku, demam juga kondisi tubuh yang secara alami sedang berjuang melawan suatu virus dan mengeluarkannya melalui hawa panas, tapi aku demam sudah lebih dari tiga hari, jadi aku cemas juga.

Akhirnya aku pergi ke rumah sakit untuk lebih memastikan sebenarnya aku ini sakit apa. Dokter di rumah sakit percaya aku juga tidak sakit apa-apa berdasarkan keluhanku yang hanya demam, namun dokter tetap meminta aku melakukan cek darah. Dengan senang hati aku melakukan cek darah. Dan hasilnya pun memang terbukti aku tidak sakit apa-apa. Semuanya normal-normal saja. Sekarang aku juga sudah merasa lebih baik setelah demam lebih dari lima hari tersebut. Dokter akhirnya hanya memberi aku vitamin.

Sakit pikiran

Seminggu sebelum demam pikiranku memang sangat berat dan kacau. Aku tidak bisa berpikir logis dan dewasa. Semua aku hadapi dengan emosi dan kepala yang panas. Orang-orang yang terlibat dalam masalah itu aku hapus dari kontak ponselku. Seperti ingin membakar semua yang aku temui di hari itu.

Di hari aku demam, aku mencoba menyelesaikan permasalahan itu, karena aku tahu awal mula sakitku adalah pikiranku mengenai masalah itu. Aku sudah mendapat jawaban dan sebuah keputusan yang aku dapat langsung dari orang yang bersangkutan dengan masalah tersebut. Harusnya selesai sudah. Aku tidak lagi uring-uringan, tidak lagi marah, aku berusaha menerima dan mencoba berpikir realistis.
Tapi, ternyata tidak begitu dengan pikiranku. Dunia semu yang terbangun dalam pikiranku membuatku harus melawan kegetiran yang aku terima tanpa tahu harus berbuat apa. Maka, tubuh menerima dan mengeluarkan sebagai demam tak berkesudahan dan kepalaku yang sangat berat.

Hari dimana aku merasa sudah lebih baik, aku masuk kerja. Seakan akhirnya aku kembali ke dunia nyata. Teman-temanku yang baik dan perhatian, teman-teman yang lucu dan bersemangat. Aku bisa kembali sembuh karena akhirnya aku menyadari aku hidup di dunia nyata bukan dunia maya. Disinilah aku dan mereka berada. DUNIA NYATA bukan DUNIA MAYA seperti sebab dari demam kemarin. >__<

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s