Kesedihan Mendalam Musibah Kapal Ferry Sewol Korea Selatan

Selamat siang pembaca blog saya yang setia…

Saya sudah seminggu yang lalu baca berita soal Park Jee Young, salah satu awak kapal ferry Sewol yang membantu penumpang menyelamatkan diri dan membagikan jaket pelampung. Ia mengatakan bahwa awak kapal akan menjadi orang terakhir yang menyelamatkan diri. Kemudian ia menjadi salah satu korban tewas. Musibah ini terjadi pada hari Rabu, 16 April 2014.

Kapten kapal malah menyelamatkan diri terlebih dahulu dan sekarang menjadi tersangka. Wakil kepala sekolah Danwon Ansan akhirnya bunuh diri di sebuah pohon dekat gymnasium Jindo karena tidak kuat menanggung malu. Dialah yang menjadi penanggung jawab untuk studi lapangan siswa ke Pulau Jeju. Kemudian, PM Korea Selatan akhirnya mengundurkan diri karena dianggap warga tidak cekatan dan tidak sigap menangani musibah ini.

Sampai detik ini, dari 476 penumpang kapal, 174 sudah selamat, 187 dan 115 orang masih dinyatakan hilang. Ini merupakan musibah terburuk setelah 21 tahun di Korea Selatan.

Mungkin bagi sebagian orang musibah ini sangat biasa seperti musibah-musibah alat transportasi lainnya. Toh, musibah seperti ini pun pernah terjadi yang lebih parah. Tapi, atas dasar rasa kemanusiaan, tidak ada salahnya kita untuk saling berempati.

Saya sering bepergian naik kapal ferry dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak atau sebaliknya. Perjalanan memang hanya memakan waktu 2,5 atau 3 jam tergantung cuaca dan gelombang laut. Dan, syukur saya pada Tuhan, dalam mengarungi lautan selama bertahun-tahun, tidak ada kendala berarti dalam perjalanan. Kecuali pernah tertahan di kapal selama 5 jam dan kapal tidak bisa sandar karena cuaca yang buruk.

Tapi, musibah bisa terjadi kapan saja dimana saja, pada siapa saja, tak terkecuali bisa menimpa kita semua secara tidak terduga. Dalam hitungan detik atau menit, maut bisa saja menjemput kita. Selalu waspada dan berhati-hati serta awali semua kegiatan dengan berdo’a dan memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Papa, jangan khawatir. Saya sudah pakai rompi pelampung. Kami semua sedang berkumpul bersama,”

“Mama, aku mungkin tidak dapat mengatakan langsung padamu. Aku cinta padamu,”

Itu adl SMS yg dikirimkan anak-anak kepada orang tua mereka saat kapal Sewol mulai miring. Yang satu masih dalam pencarian tim dan yang satu sudah selamat.

Ada gadis cilik berusia 6 thn yang berhasil diselamatkan. Sayangnya gadis ini terpisah dari orang tua dan kakaknya, yang termasuk dalam daftar korban hilang.

Kita tidak pernah tahu kapan kita akan berpisah dengan orang-orang yang kita sayangi. Dengan mengungkapkannya akan membuat kita lega karena orang yang kita sayangi tahu bahwa kita menyayanginya.

Salam sayang buat kalian semua :’))

Sumber:
http://simomot.com/2014/04/18/foto-foto-penyelamatan-korban-tenggelamnya-kapal-ferry-sewol-di-korea-selatan/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s