Fanfiction SeoKyu “Love in Balloon” Part 2

“Love in Balloon”

~Part 2~

Review cerita sebelumnya:

Seohyun sedang mengunjungi kakaknya, Seo In-guk yang menempuh studi di Melbourne. Mereka pun pergi ke sebuah perayaan festival balon udara. Di sana mereka bertemu Yong Hwa secara tidak sengaja, direktur muda yang sedikit arogan. Di sisi lain, Kyuhyun, sekretaris Yong Hwa ditugasi untuk mengurus lomba balon udara yang mereka ikuti. Seharusnya Yong Hwa yang terbang dengan balon udara pada festival tersebut, tetapi Yong Hwa menolak dan menyuruh Kyuhyun untuk terbang. Seohyun yang mendengar kesinisan Yong Hwa tanpa berpikir panjang ikut terbang bersama Kyuhyun. Kyuhyun pun dibuat terkejut dengan kehadiran Seohyun. Mereka yang sebenarnya sama-sama malu-malu akhirnya mulai berkenalan.

“Aku Jo Seohyun, namamu siapa?” tanya Seohyun sambil tersenyum amat manis pada Kyuhyun.

“Kyuhyun. Cho Kyuhyun,” ucap Kyuhyun dengan tersenyum sambil melihat ke arah api yang menjaga balon untuk tetap terbang dengan baik.

Seohyun mengangguk-angguk sambil memandang ke bawah dan ke kejauhan dengan takjub. Dilihatnya di bawah sana, kakaknya, In-guk dan juga Yong Hwa masih melambai-lambaikan tangannya dengan panik. Sejak tadi ia tidak menyadari bahwa ia telah kabur dari pengawasan kakaknya. Ia tertawa dan balas melambaikan tangannya dengan senang dan sangat antusias.

“Geunde, apa hubunganmu dengan Yong Hwa-sshi?” tanya Kyuhyun pada Seohyun. Masih penasaran dengan kemunculan gadis ini yang sangat tiba-tiba.

“Haha. Sebenarnya aku baru bertemu dengannya tadi. Aku merasa ada sesuatu yang dia sembunyikan sehingga dia tidak mau terbang,” ucap Seohyun polos.

Kyuhyun tertawa kecil.

“Tentu saja. Siapa yang mau naik benda jelek seperti ini?” Kyuhyun akhirnya tertawa.

“Apa maksudmu?”

“Jika kau melihat dengan teliti, balon ini bentuknya tidaklah bagus. Seperti kau tahu bahwa balon ini adalah berbentuk wajah Yong Hwa. Telinga dari Yong Hwa tidak presisi satu sama lain.”

“Aku curiga ada maksud lain dibalik itu,” sahut Seohyun.

“Aku beritahu padamu. Aku yang mendesainnya. Aku yang menjahitnya bersama tukang jahit balon gas ternama, aku yang mengacaukan nama perusahaan Jung Yong Hwa. Matilah aku jika aku turun nanti!” ujar Kyuhyun.

Seohyun malah tertawa-tawa.

“Sepertinya kau punya dendam pribadi padanya,”

“Sebenarnya tidak ada,” Kyuhyun berbohong.

Keduanya terdiam. Beberapa saat merasakan kecanggungan di antara mereka berdua karena mereka sebenarnya belum terlalu saling mengenal satu sama lain.

“Aku pikir kau ada sesuatu dengan Yong Hwa-sshi,” Kyuhyun merasa mulai kehabisan bahan obrolan.

“Anio-aniooo,” Seohyun tertawa dengan malu. “Aku sama sekali baru bertemu dengannya tadi, berpikir kesana pun aku tidak.”

“Berarti aku cukup beruntung kau mau menemaniku di sini. Aku pikir aku akan terbang sendiri karena kedua temanku tidak mau,” Kyuhyun tertawa manis.

Seohyun balas tertawa. Mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.

“Kau mau lolipop?” tawar Seohyun pada lelaki sebelahnya yang kini tidak terlalu sibuk mengendalikan balon udara. Wajah Kyuhyun berseri entah untuk alasan apa.

“Apa ini? Permen?” Kyuhyun menerima permen pemberian Seohyun dan membuka bungkusnya. Seohyun senang orang disebelahnya ini mau memakan lolipop kesukaannya.

“Kau bekerja?” tanya Kyuhyun.

“Ne. Usai kuliah aku kini bekerja.” Jawab Seohyun pendek.

Beberapa saat mereka terdiam…. Mereka sedang menikmati pemandangan yang membentang di sekitar mereka. Tampak deretan kota Melbourne yang semakin mengecil di bawah sana. Tampak pula barisan hutan dan pegunungan jika mata memandang ke kejauhan. Angin bertiup semakin kencang karena mereka terbang semakin tinggi.

Seohyun merapikan rambut panjangnya yang terbang tertiup angin. Ia menatap Kyuhyun yang tampak seperti melamun dan membayangkan sesuatu sambil menyesap lolipop dimulutnya. Tampangnya lucu sekali.

~~

“Apakah adikku akan aman di atas sana bersama karyawanmu?” tanya In-guk dengan wajah cemasnya. Yong Hwa menoleh dengan sedikit canggung.

“Tentu saja. Tidak usah khawatir, dia pengemudi balon terbang profesional,” ujar Yong Hwa pelan dengan nada tidak yakin. Dalam hatinya ia sendiri ragu apakah sepupunya itu benar-benar mampu terbang dengan baik? Sepertinya hanya sepupunya dan Tuhan yang tahu.

“Jika adikku terluka sedikit saja, kau akan menanggung akibatnya!” ancam In-guk dengan nada yang semakin tidak main-main.

“Kenapa kau menyalahkanku? Bukankah dia sendiri yang ingin terbang?” Yong Hwa bergumam kesal dan memandang ke arah lain saat In-guk memelototinya.

~~

Balon udara yang aneh itu terus terbang di ketinggian. Sudah dua puluh menit mereka berputar-putar dan terbang di udara mengitari kota Melbourne. Saatnya mereka harus bersiap untuk turun.

Kyuhyun mengecilkan api di tungku pembakaran untuk membuat laju balon udara melambat dan perlahan akan menurun.

Seohyun bersiap-siap dan memandangi lapangan di bawah sana yang akan menjadi landasan untuk berhenti.

Tetapi…

Entah apa yang terjadi dalam hitungan menit, balon udara itu malah terbawa angin agak menjauh dari tempat yang diperkirakan untuk mendarat dan sepertinya pendaratan ini tidak akan bisa berjalan mulus.

Dada Kyuhyun mulai berdebar dengan kencang. Debarannya melebihi saat pertama kali dirinya melihat Seohyun tadi.

“Apa yang terjadi?!” tanya Seohyun sedikit panik saat ia merasakan goncangan kecil di tempatnya berdiri. Kyuhyun tidak menjawab agar tidak menambah kepanikan Seohyun. Ia terus berusaha mengendalikan laju balon udara ke tempat sebagaimana-mestinya yang sudah dipersiapkan untuk balonnya mendarat.

“Aku merasa sudah melakukan segala sesuatunya dengan benar,” ucap Kyuhyun berusaha mengingat sesi latihan menerbangkan balon udara beberapa waktu yang lalu.

Entah kenapa, balon udara ini malah semakin meliuk-liuk dan terbang menjauh dari tempat pendaratan. Helikopter yang memantau penerbangan balon-balon udara memberikan kode pada Kyuhyun agar ia mengikuti arah angin dan mengatur lagi nyala api di tungku pembakaran. Dengan bergegas, Kyuhyun berusaha mengecek nyala api dengan memandang ke atas. Ia benar-benar tidak tahu apa yang sedang terjadi kini.

Seohyun berusaha bersikap tenang dan tidak panik walau di dalam hatinya, ia merasakan jantungnya berdebar tidak keruan. Apakah ia akan jatuh?! Apakah balon ini akan terbakar?! Seohyun langsung berdoa di dalam hati agar mereka baik-baik saja dan bisa mendarat dengan selamat. Ia mengingat wajah kakaknya yang baik dan kedua orang tuanya di Korea. Seohyun bergidik ngeri.

Namun, ternyata kemalangan memang hendak menimpa mereka berdua. Tepat, saat Seohyun mendongak, ia melihat balon udara ini mulai menepi ke atas pepohonan, entah kenapa mereka bisa secepat itu mencapai tepi hutan yang tadi sempat dilihatnya sangat jauh dari lapangan tempat seharusnya balon udara mereka mendarat.

“Jeongmal-joesong-hamnidaaa,” Kyuhyun memohon maaf pada Seohyun yang tidak dapat mengucapkan sepatah kata pun. Wajahnya pucat pasi dan bibirnya sudah tampak memutih karena sangat takut.

Mereka akan jatuh!

Sebelum mereka sempat menyadari apa yang benar-benar akan terjadi pada mereka dan belum sempat mereka mempersiapkan diri untuk jatuh, balon udara yang teramat lebar itu mulai merangsek dan parasutnya hampir jatuh.

“Aaaaaaaaa!” Seohyun menutup matanya dan balon besar itu pun dengan sukses tersangkut di atas pohon pinus besar dan sangat tinggi. Kyuhyun secara refleks memeluk tubuh Seohyun seerat-eratnya. Seohyun makin keras berteriak. Mereka merasakan keranjang yang saat ini memuat tubuh mereka akan segera jatuh dengan sempurna.

Tapi, ternyata mereka tetap tersangkut di ketinggian pohon pinus besar itu.

Dengan tubuh gemetar, Seohyun membuka mata. Kyuhyun perlahan juga melepaskan pelukannya terhadap Seohyun.

“Apa yang terjadi?” Seohyun memandang sekeliling. Tidak sadar dengan apa yang telah terjadi padanya dalam sepersekian detik tadi.

“Dengan amat menyesal, aku harus mengatakan kita terjatuh dan tersangkut di atas pohon,” ucap Kyuhyun dengan nada sangat prihatin dan menyedihkan. Rasanya ia seperti orang yang paling bodoh dan rasanya ia ingin menangis saja.

Seohyun melongo. Memandang sekeliling. Ia merasakan tubuhnya yang sakit sekali. Apakah ia sempat terluka? Kakinya sakit sekali dan tak bisa digerakkan.

“Kakiku sakit sekali…,” keluh Seohyun mulai meringis kesakitan. Kyuhyun merasa tidak enak mendengarnya.

“Apakah kakimu patah?!” tanya Kyuhyun dengan nada sangat khawatir. Ia pun merasa pinggangnya akan patah tapi ia sekuat tenaga menahan rasa sakitnya. Ia lebih khawatir lagi karena gadis di depannya ini sama sekali tidak terlihat ingin marah.

“Aku tidak tahu, tapi rasanya sulit sekali digerakkan,” Seohyun mencoba untuk menggerakkan kakinya dan rasanya sungguh terasa nyeri.

Kyuhyun mencoba bergerak. Pinggangnya seperti patah menjadi beberapa bagian dan rasanya ngilu. Tapi ternyata, gerakan sedikit saja, membuat keranjang itu oleng karena berat mereka dan posisi mereka yang demikian mengkhawatirkan keadaannya.

“Kita harus berhati-hati!” Pekik Seohyun sedikit panik lagi. Ia mulai meringis lagi. Kyuhyun dibuat tidak berdaya melihat wajah Seohyun.

“Sebenarnya apa pekerjaanmu?” tanya Kyuhyun berusaha mengabaikan kemungkinan Seohyun yang akan marah, sekaligus mengabaikan rasa sakit dipinggangnya.

“Kenapa kau menanyakan hal itu di saat seperti ini?” tanya Seohyun tidak mengerti.

“Kau tampak sangat tenang dan tidak khawatir,” ucap Kyuhyun.

“Sebenarnya aku sangat takut. Tapi, aku berusaha mati-matian menahan diri,” jelas Seohyun. “Aku seorang pramugari.”

Kyuhyun membulatkan mulutnya. Pantas saja Seohyun tampak terlatih menguasai diri.

“Oh, Tuhan…,” keluh Kyuhyun merasa tidak sanggup merasakan sakit dipinggangnya.

“Waeyo?” cemas Seohyun. “Apakah kau terluka?” Seohyun berusaha mengetahui kondisi Kyuhyun. Kyuhyun melambaikan tangannya menandakan bahwa Seohyun tidak perlu khawatir. Tapi, Seohyun melihat bahwa Kyuhyun sangat kesakitan luar biasa. Bahkan sakit dikakinya sudah bisa diatasinya, tapi sekarang ia tidak tahan melihat wajah Kyuhyun seperti itu.

“Kau harus melihat cideramu!” teriak Seohyun. Kini Kyuhyun tampak mencoba bertahan dengan posisi tidak bergerak agar tidak mengubah posisi keranjang balon udara. Kyuhyun sungguh tidak kuat menahan sakit ini.

Perlahan Seohyun memberanikan diri menyentuh pinggang Kyuhyun dan memastikan keadaan Kyuhyun. Kyuhyun hampir pingsan karena rasa sakit yang begitu luar biasa.

“Bukalah sedikit pakaianmu,” ujar Seohyun.

“Mwo?” ujar Kyuhyun pelan.

“Kau harus melihat seberapa parah cideramu,” ujar Seohyun.

Ragu-ragu Kyuhyun bergerak.

“Kau hanya harus melihat seberapa parah lukamu,” ujar Seohyun lagi.

“Bagaimana dengan kakimu?” tanya Kyuhyun.

“Aku baik-baik saja. Sepertinya tidak terlalu parah. Kau sendiri harus mengkhawatirkan keadaanmu,”

Kyuhyun menjadi terdiam. Ia membuka sedikit kemejanya. Seohyun menatap pinggang Kyuhyun yang terbuka.

“Ya Tuhan…,” Seohyun menutup mulutnya. Luka itu berwarna lebam biru keunguan dan hampir menghitam.

“Itu pasti rasanya sakit sekali,” ujar Seohyun. Kyuhyun hanya dapat meringis menahan rasa sakit yang begitu menusuk. Ia memejamkan mata. Ia mendengar Seohyun membuka sesuatu tapi ia tidak sanggup bertanya karena rasa sakit dipinggangnya semakin menusuk. Seakan tulang ingin mencuat keluar menembus pinggangnya.

Tiba-tiba Kyuhyun sedikit terkejut karena bagian pingggangnya terasa sangat dingin.

“Kau mengobatiku?” tanya Kyuhyun pada Seohyun.

Seohyun sebenarnya hanya mengoleskan krim pelembab wajahnya pada pinggang Kyuhyun. Tentu saja itu tidak akan menyembuhkan memar dan lebam tapi setidaknya bisa membantu Kyuhyun untuk melupakan rasa sakit.

“Aku bukan dokter ortopedi,” ujar Seohyun. “Tapi, aku tahu, ini pasti sangat sakit sekali buatmu,” lanjut Seohyun lagi.

Kyuhyun terdiam. Tapi, rasanya sangat aneh. Tangan Seohyun dingin. Atau lebih tepatnya, menentramkan. Sentuhan itu begitu menentramkan. Tangan Seohyun yang mengoleskan krim itu terasa dingin di kulitnya dan itu benar-benar menentramkan. Pertama kalinya Kyuhyun mendapat sentuhan langsung dari seorang gadis dewasa. Ia bahkan merasa sangat berdebar karena sentuhan lembut itu. Bagaimana ini? Ia pasti akan merasa sangat ketagihan akan perasaan semacam ini. Kyuhyun mencoba menahan nafas sekaligus menahan rasa sakit.

Seohyun terus menatap luka lebam di pinggang Kyuhyun dengan pandangan bertanya, apakah rasanya sakit sekali? Ia ingat In-guk pernah jatuh dari tangga saat mengecat rumah dan pinggangnya pun lebam karena mengalami patah tulang. Seohyun menyaksikan sendiri bagaimana In-guk hanya terus meringis kesakitan selama seminggu lebih.

Saat pandangan Seohyun dan Kyuhyun bertemu, mereka seperti menemukan sesuatu dalam hati mereka masing-masing. Tangan Seohyun pun berhenti menyentuh pinggang Kyuhyun. Kyuhyun merasa aneh saat tangan lembut itu berhenti menyentuhnya.

~to be continued… Cieee yang seneng baca SeoKyu mesra2an cieee πŸ˜€

Iklan

23 pemikiran pada “Fanfiction SeoKyu “Love in Balloon” Part 2

  1. aigoo…. neomu jeoha…. neomu jeoha…
    SKM co cweet
    next unnie…. next unnie…..
    palli ne
    FIGHTING!!!….

  2. ialah wire mana sih yang nggak seneng sama moment sweet seokyu *-* Ahh kurang panjang -_-! tapi cukup kenyangg(?) πŸ™‚ dengan momentnya.. kaa lanjutt πŸ™‚

    • Hihihi, kurang panjang yah? Rada capek ngetiknya di BB. Sabar yaaa, ntar pasti aku lanjutin kok. Makasih sudah baca πŸ˜€

  3. Rereee eoonnnnn ini akuuuuu >,<
    Aku telat Komen yah? padahal bacanya udah dari waktu itu –"
    Mian dehh mian, eonn kan anak nya baik hati tidak sombong pemaaf dan juga rajin menabung *ehh
    Aku selalu suka sama setiap karya mu eonn, dalam setiap tulisannya banyak kelebihan dan selalu bikin gereget sendiri sampe mau gigit bantal/?
    Tapi cuman satu kekurangannya, kurang panjang dan juga lama banget di post nya -_-
    Okelahh, aku terlalu banyak bacot disini kkk XD'
    Ditunggu chap 3 nya eonn :p :*

    • Hehehe, gpp, makasih ya udah mau nungguin dan baca. Aku lagi sibuk banget nih belum bisa nerusin. Tinggal di tempat saudara mau cari kerja. Mungkin baru bisa kapan2 aku lanjutinnya setelah dapat kerja. Maklumin ya. Jadi penulis ga bikin banyak duit sih >,<"

  4. Uhuyyy so sweet banget mereka gakuat haha><
    Ya ampun ternyata seohyun seorang pramugari dan dia begitu telaten membantu kyuhyun yang kesakitan.
    Tapi ngakak juga mereka nyangkut di pohon hihi

    • Pengen banget bikin yg super-mesra, tp takut digebukin sama readers, wkwkwk
      Harusnya nyangkut dipohonnya lebih dramatis lagi ya. Misal, didatangi burung Elang gitu =D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s