Fanfiction SeoKyu “Love in Balloon” Part 3

“Love in Balloon”

~Part 3~

Review cerita sebelumnya:
Balon udara yang dikendarai Kyuhyun beserta Seohyun didalamnya, kehilangan kendali dan melenceng karena mengikuti arah angin yang salah. Akibatnya terjadi insiden yang mengakibatkan balon udara tersebut tersangkut di atas pepohonan dan membuat Kyuhyun dan Seohyun cidera. Seohyun mengalami cidera ringan di bagian kaki dan Kyuhyun mengalami cidera yang cukup berat di bagian pinggang. Mereka berdua dalam keadaan cemas dan takut.

~~

Saat pandangan Seohyun dan Kyuhyun bertemu, mereka seperti menemukan sesuatu dalam hati mereka masing-masing. Tangan Seohyun pun berhenti menyentuh pinggang Kyuhyun. Kyuhyun merasa aneh saat tangan lembut itu berhenti menyentuhnya.

Kyuhyun masih ingin menghayati perasaan tenang karena sentuhan tangan Seohyun di kulitnya. Akibatnya wajahnya menjadi memerah malu dan ia pun mengerjapkan matanya.

“Gomawoyo,” Kyuhyun mengucapkan terima kasih pada Seohyun dengan sikap kikuk. Seohyun hanya mengangguk dan tersenyum malu seraya memasukkan pelembabnya kembali ke dalam tasnya. Ia merapihkan rambutnya yang tergerai tertiup angin.

Kyuhyun terus berusaha menahan nyeri yang menusuk di pinggangnya. Rasanya mereka seperti tidak khawatir akan keadaan mereka saat ini. Rasanya mereka seperti menikmati keadaan ini. Seharusnya mereka berpikir bagaimana caranya agar mereka bisa cepat turun dari ketinggian tersebut, bukan?

Kyuhyun mengeluarkan ponselnya.

“Aaah, tidak ada sinyal,” keluhnya, menatap ponselnya tidak berdaya. Seohyun melihatnya. Kemudian ia pun bergegas mengeluarkan ponselnya.

“Sama saja,” wajah Seohyun berubah cemberut. Mereka seharusnya bisa menghubungi seseorang atau siapa pun untuk menyelamatkan mereka. Kyuhyun menahan senyumnya melihat wajah cemberut di depannya. Rasanya ia mulai bisa menyukai gadis ini. Rasanya tidak ada alasan ia tidak menyukai gadis manis dan baik ini.

“Kalau begitu, bagaimana kalau kita saling menyimpan nomor saja?” Seohyun tertawa kecil. Kyuhyun menaikkan alisnya, merasa sangat senang akan kata-kata yang meluncur dari bibir Seohyun.

“Baiklah kalau begitu,” ujar Kyuhyun tenang tapi dengan hati luar biasa senang.

Seohyun meminta ponsel di tangan Kyuhyun. Kyuhyun dengan wajah kebingungan menyerahkan ponselnya dan menerima ponsel Seohyun sebagai gantinya. Ia kini mengerti maksud Seohyun.

“Apakah aku terlalu agresif padamu?” tanya Seohyun tiba-tiba. Wajah Kyuhyun melongo. Kebingungan dengan pertanyaan Seohyun sekaligus bingung hendak menjawab apa.

“Aku juga tidak tahu. Aku baru pertama kalinya melakukan ini. Maksudku, aku biasanya tidak begini…,” Seohyun menundukkan kepalanya. Dia benar-benar baru kali ini begitu tertarik pada seorang lelaki dan selalu ingin ada di dekat orang itu. Padahal mereka belum 1×24 jam bersama, tapi Seohyun sudah takut akan perasaan jauh dari Kyuhyun. Kyuhyun semakin merasa canggung akan suasana yang kini tercipta di antara mereka berdua.

“Aku…,” ujar Kyuhyun menggantung.

“Sungguh aku tidak bermaksud agresif padamu. Semua yang aku lakukan sangat spontan dan tidak ada maksud lain selain aku ingin berteman denganmu,” jelas Seohyun sebisa mungkin.

“Aku mengerti,” ucap Kyuhyun pendek, tidak tahu ingin menjawab apa. Seohyun menghela nafasnya perlahan. Memandangi layar ponsel Kyuhyun dengan pikiran tidak menentu.

“Aku sudah menyimpan nomorku,” Kyuhyun mengembalikan ponselnya ke tangan Seohyun. Seohyun kemudian mengetikkan nomornya di ponsel Kyuhyun.

Setelah ponsel kembali ke tangan Kyuhyun, Kyuhyun pun mengecek kontaknya. Dan tertawa membaca nama yang tertera di sana.

“Ms. Lollipop?” Kyuhyun memandang Seohyun. Seohyun tertawa.

“Kau terlalu biasa menyimpan namamu. Cho Kyuhyun?” Seohyun membaca nama dikontak ponselnya. Kyuhyun tertawa.

“Lalu aku harus menamai diriku apa?” tanya Kyuhyun.

“Aku tahu,” Seohyun tersenyum manis. Kemudian ia mengetik sesuatu dikontaknya, mengedit nama Kyuhyun di sana. Kyuhyun meliriknya.

“Ballon Driver??!!” seru Kyuhyun menahan tawa. Seohyun memandang Kyuhyun dan mengangguk dengan pasti.

“Apa tidak ada nama yang lebih bagus lagi dari itu?!” Kyuhyun kini tertawa yang mengakibatkan pinggangnya semakin nyeri saja.

“Nanti kuganti lagi jika sudah menemukan nama yang lebih cocok untukmu,” ujar Seohyun. Kyuhyun hanya tertawa, rasa apakah ini? Mengapa ia merasa begitu berharga untuk orang lain dan begitu merasa dihargai? Rasanya ia begitu bahagia saat ini.

Kemudian mereka saling terdiam beberapa saat. Sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Angin mendesau di sekitar mereka.

Tidak beberapa lama kemudian, suara helikopter terdengar menderu-deru di atas kepala mereka.

“Kita akan diselamatkan!” seru Seohyun senang. Kyuhyun pun ikut merasa lega. Tim SAR tentu tidak akan lama untuk datang menyelamatkan mereka karena sinyal bahaya sudah dikirimkan Kyuhyun sejak balon udara itu mulai melenceng dari jalurnya.

“KALIAN BERSIAPLAH UNTUK NAIK KE TALI YANG KAMI JATUHKAN!” Teriak salah satu anggota Tim SAR yang bertugas untuk menyelamatkan mereka. Kyuhyun langsung memberi kode ‘OK’ dengan menyatukan telunjuk dan jempolnya.

Kemudian terlihat Tim SAR menjatuhkan tali beserta perlengkapan lain yang tampak menggantung bersama tali.

“Lady’s first, okay?!!” teriak Tim SAR lagi. Sekali lagi Kyuhyun memberi kode, yang di dalam hatinya dia bahkan lebih berkata, “Tentu saja harus dia dulu yang diselamatkan!”

“Kau naik duluan,” Kyuhyun membimbing Seohyun untuk naik ke atas tali yang ternyata berbentuk anak-anak tangga untuk menuju helikopter.

“Kau tidak apa-apa?” wajah Seohyun terlihat cemas melihat denyut kesakitan di wajah Kyuhyun. Ia sangat tahu, Kyuhyun sedang sangat kesakitan. Walau wajah Kyuhyun berusaha mati-matian menyembunyikannya, Seohyun tetap dapat melihatnya. Kyuhyun hanya menganggguk.

“Ya. Tentu saja. Kita akan bertemu lagi di atas helikopter nanti,” ujar Kyuhyun. Seohyun masih saja memandangi wajah Kyuhyun. Kyuhyun meyakinkannya dengan mengangguk.

Kemudian Seohyun mulai berusaha menaiki tangga tali secara perlahan. Kakinya agak gemetar. Ia harus berpegangan pada bahu dan juga tangan Kyuhyun untuk menguatkan dirinya.

“Aku sedikit takut,” ujar Seohyun memandangi Kyuhyun lagi.

“Kau tidak boleh takut, aku akan membantumu,” Kyuhyun berkata dengan manis. Kata-kata itu membuat Seohyun seperti terhipnotis. Seohyun kemudian melangkah naik lagi. Mencoba untuk tidak melihat ke bawah. Kemudian, Seohyun merasakan sesuatu akan terjadi dengan balon udara itu. Sepertinya balon udara itu akan terperosok jatuh.

“Kyuhyun-sshi! Cepat naik!” pekik Seohyun panik. Balon udara itu sepertinya benar-benar akan segera jatuh.

“Tidak apa-apa, jangan berhenti! Kau harus sampai dulu!” Kyuhyun rasanya tidak bisa menaiki tangga tali itu karena sakit dipinggangnya makin menusuk dan menjadi-jadi.

“Kau harus naik! Harus naik! Balonnya akan jatuh!!!” Seohyun malah berteriak-teriak. Wajah Seohyun begitu panik dan pucat. Saat itu Kyuhyun menjadi terhenyak. Tim SAR pun menyarankan agar Kyuhyun ikut naik dibawah Seohyun.

“Kalau begitu cepatlah!” ujar Kyuhyun akhirnya. Seohyun bergegas mempercepat lajunya dengan tangan yang semakin gemetar. Kyuhyun sudah meraih tali dibawah Seohyun dengan tangannya. Seohyun ingin mempercepat langkahnya untuk terus naik dan berusaha tidak menengok Kyuhyun dibawahnya.

Bertepatan dengan langkah Seohyun ke anak tangga tali berikutnya, sesuatu terdengar jatuh ambruk dan menyusul sesuatu yang terdengar jatuh terperosok dan berdebam. Seohyun melongok ke bawah dengan amat terkejut.

“KYUHYUN-SSHIIIIIIII!!!!” teriak Seohyun histeris saat mengetahui Kyuhyun tidak ada lagi dibawahnya.

“Kyuhyun-shiii,” wajah Seohyun menjadi lebih pucat dari sebelumnya. Ia menatap balon udara yang meluncur turun, mencari-cari Kyuhyun yang tertutup balon dengan bentuk aneh itu.

“Nona, cepatlah naik, agar kami bisa menyelamatkan temanmu!” Seru Tim SAR.

“Kyuhyun-shi,” airmata Seohyun mulai jatuh perlahan. Ia tahu Kyuhyun sedang sangat kesakitan. Ia seharusnya membiarkan Kyuhyun naik ke tali tangga penyelamatan terlebih dahulu. Kondisinya saat ini lebih baik daripada Kyuhyun. Ia terus memandangi balon udara yang menutupi bilik balon udara sehingga hanya parasut lebar yang terlihat.

“Kami pasti akan menyelamatkan temanmu!” Seru Tim SAR sekali lagi. Seohyun mulai menguatkan dirinya dan berusaha dengan susah payah untuk melangkah naik. Kakinya kini terasa sangat sakit.

~~

Sementara itu, Kyuhyun yang tadi merasakan sakit luar biasa dan akhirnya tergelincir jatuh, tidak sempat berteriak lalu jatuh dan masuk kembali ke dalam kotak balon udara, kini tergeletak pingsan. Keadaannya sangat buruk dengan patah tulang pinggang yang semakin parah, dan ia masih tertimpa tepi besi tempat gas balon udara berada. Sungguh malang sekali nasibnya. Balon udara yang benar-benar mengerikan!

~~

Seohyun sudah berada di dalam helikopter. Tubuhnya lemas dan tidak berdaya. Salah satu Tim SAR bergegas turun melalui tali tangga yang tadi untuk menyusul dan. menyelamatkan Kyuhyun.

“Tolonglah selamatkan nyawanya,” Seohyun berkata lemah.

“Kami pasti akan berusaha sebaik-baiknya,” ujar Tim SAR itu. Seohyun mengucapkan terima kasih dan melantunkan do’a dalam hatinya.

Setelah Tim SAR itu sampai di bawah, ia kemudian mulai mencari keberadaan Kyuhyun yang terbenam dalam lautan parasut balon udara. Tim SAR pun terpaksa menyobek bagian-bagian parasut itu agar cepat menemukan Kyuhyun.

“Astagaaa,” Tim SAR itu menemukan kepala Kyuhyun yang berdarah dan tubuhnya lebam di sana-sini.

Seohyun memandangi itu dari atas helikopter dengan hati teriris-iris. Tidak jelas apa yang terjadi di bawah sana, namun sepertinya keadaan Kyuhyun sangat mengkhawatirkan.

“Kyuhyun-sshi,” mulutnya tidak berhenti mengucapkan nama Kyuhyun.

“Aku akan menghubungi regu penyelamat darat untuk membawa tandu kemari. Sebaiknya cepat koordinasikan dengan yang lain. Aku akan tinggal dengan korban di sini dan memberikan pertolongan pertama semaksimal mungkin.”

Tim SAR di dalam helikopter menerima pesan singkat dari bawah sana. Seohyun terus memandangi keadaan Kyuhyun yang sepertinya sangat mengenaskan di bawah sana. Helikopter yang menyelamatkan Seohyun bergegas menaati instruksi yang diberikan dan mulai terbang menjauh.

“Kyuhyun-sshii, kita harus secepatnya bertemu kembali…,” airmata Seohyun meleleh lagi, hatinya begitu terguncang dan dadanya jadi sesak memikirkan segala kemungkinan yang mungkin terjadi. Seohyun memandangi pohon tempat mereka tersangkut dengan hati yang begitu hampa.

~~

Seohyun tidak mendapat kesempatan untuk bertemu Kyuhyun selanjutnya setelah penyelamataan itu. Ia habis-habisan dimarahi Seo In-guk dan In-guk bersikeras agar mereka harus segera pulang ke Seoul. Seohyun tidak lagi berani melawan kakaknya kali ini.

“Mengapa kau begitu ceroboh?! Apa yang sebenarnya ada dalam pikiranmu?!” bentak In-guk.

“Geundae, aku masih ingin di sini, Oppa,” rajuk Seohyun berusaha merayu kakaknya, sambil memijit kakinya yang masih sedikit nyeri. Setelah turun dari helikopter, ia langsung dilarikan ke rumah sakit dan ia terus menanyakan keadaan Kyuhyun pada orang yang sekiranya mengetahui kondisi Kyuhyun. Mereka bilang Kyuhyun di rawat rumah sakit yang lain, yang terdekat dari lokasinya saat itu. Seohyun mendesah begitu kecewa.

“Pikirkan keadaanmu! Aku tidak mau lagi kau kenapa-kenapa. Kita pulang saja,” In-guk berkata tegas.

“Tapi, dia pasti membutuhkan aku dan ingin melihatku,” bela Seohyun.

“Dia siapa? Bukankah keluargamu jauh lebih penting dibandingkan dengan orang lain?” In-guk menatap wajah Seohyun dengan pandangan tajam.

Seohyun tidak bisa lagi mendebat perkataan kakaknya setelah berjam-jam ia menerima omelan dan kemarahan kakaknya sejak di rumah sakit sampai dengan di apartemen kakaknya sekarang ini.

Seohyun memandangi layar ponselnya, ia mencoba menghubungi ponsel Kyuhyun yang tidak aktif dan Seohyun mendesah kecewa lagi.

“Kemana orang sombong itu pergi? Apakah dia juga pulang ke Seoul?” tanya Seohyun. Ia teringat pada Yong Hwa. Siapa tahu saja ia bisa mendapat keterangan dari Yong Hwa perihal keadaan Kyuhyun.

“Ia juga akan pulang bersama kita. Kau akan duduk sebangku dengannya,” ujar In-guk santai.

“Mwooo?” Seohyun mendadak terkejut.

~~

Seohyun benar-benar duduk disamping Yong Hwa di dalam pesawat yang akan membawa mereka pulang ke Seoul. Sedang In-guk memilih bangku dibelakangnya. Seohyun berkali-kali menoleh In-guk dengan pandangan tidak mengerti.

Yong Hwa dengan sikap elegannya menikmati perjalanan dengan membaca majalah TIME. Seohyun terus mengamatinya dengan gelisah. Yong Hwa baru menyadari sikap Seohyun yang tidak tenang disampingnya setelah gadis itu berusaha menarik perhatiannya dengan menghembuskan nafas yang sedikit keras.

“Kau kenapa?” tanya Yong Hwa.

“Kenapa?! Apakah kau sama sekali tidak cemas akan keadaan Kyuhyun-sshi?” tanya Seohyun dengan nada setengah kesal yang disimpannya sejak tadi.

“Ada apa dengan dirimu? Bukankah rumah sakit sudah mengurusnya? Aku hanya perlu membayarnya dari asuransi perusahaanku. Ia bisa pulang kalau ia sudah pulih,” ujar Yong Hwa dengan sikap santai.

“Dia terluka parah! Lagipula dia itu saudaramu sendiri! Harusnya kau menemaninya sekarang ini!” teriak Seohyun dengan jengkel. Seisi penumpang pesawat yang merasa terganggu karena suaranya mulai menoleh kearahnya. Seohyun akhirnya sadar akan sikapnya yang berlebihan dan segera meminta maaf.

“I am so sorry,” ujar Seohyun sopan menoleh ke arah penumpang-penumpang itu. Yong Hwa kini menatap Seohyun dengan pandangan lebih kesal.

“Sungguh gadis tidak punya sopan santun,” ujar Yong Hwa. “Apa pedulimu dengan Kyuhyun? Tsk-tsk-tsk,” Yong Hwa berdecak heran.

“Kau sungguh manusia yang tidak berperasaan!” Seohyun balas berdecak jengkel.

“Seohyun!” bentak In-guk dibelakangnya. Seohyun menjadi terdiam dan kemudian memilih memejamkan matanya. Ia berusaha untuk menghipnotis dirinya sendiri agar ia bisa segera tertidur.

Tidak beberapa lama, Seohyun benari-benar mulai tertidur dan akhirnya ia mulai bermimpi. Mimpi itu sangat buruk. Ia dan Kyuhyun sedang berada di atas awan putih yang dihujani panah dari bawah sehingga awan putih itu menjadi berlubang di sana-sini. Kyuhyun mendekap erat tubuh Seohyun dan mencoba menghalangi anak panah yang hendak mengenai tubuh Seohyun. Tubuh Kyuhyun berkali-kali menerima lintasan anak panah yang mulai menggores kulit di tubuhnya.

“Aku akan melindungimu…,” ujar Kyuhyun lembut ditelinga Seohyun. Kemudian Seohyun terbangun perlahan tanpa rasa kaget sama sekali. Perasaannya kini mulai hampa.

“Kyuhyun-sshi…,” mulut Seohyun menggumam pelan. Ia sangat ingin berada disamping Kyuhyun saat ini. Sangat ingin. Seandainya Kyuhyun masih pingsan, maka Seohyun akan menggenggam tangannya dengan erat sampai Kyuhyun terbangun. Seandainya Kyuhyun dalam keadaan sadar, Seohyun ingin memandangi wajahnya dan mengajaknya berbicara hal-hal kecil. Seperti betapa senangnya Seohyun bisa bertemu dengan seseorang seperti Kyuhyun, atau betapa Seohyun ingin memiliki Istana Lollipop dan Kyuhyun menjadi Pangeran di istana itu, atau Seohyun ingin mendengar cerita-cerita Kyuhyun soal kehidupannya yang belum sempat ia dengar. Seohyun juga ingin merencanakan pertemuan di cafe kecil dekat bandara atau berjalan-jalan bersamanya di taman kota…

Seohyun tersenyum kecil membayangkan hal itu. Dan, hatinya hampa kembali saat ingat ia sama sekali tidak mengetahui keadaan Kyuhyun saat ini.

~~

Kyuhyun terbangun sendirian dalam dingin dan dalam keremangan lampu rumah sakit. Ia memandang ke sekelilingnya yang sedikit gelap. Seorang suster jaga ternyata menungguinya disamping tempat tidurnya.

“Kau sudah bangun?” suster itu tersenyum manis. Kyuhyun memandangnya.

“Kau dari Korea?” tanya Kyuhyun sejenak mencoba melupakan rasa sakitnya.

“Ne. Karena semangat cinta kasih dan kebangsaan, aku menungguimu hingga kau tersadar,” suster itu berusaha mengajak bergurau.

Kyuhyun termangu.

“Dimana kekasihku?” Kyuhyun bertanya.

“Kekasihmu?” tanya suster cantik itu menjadi keheranan. Ada letupan kecil terjadi dihatinya.

“Benar. Kekasihku tidak menungguiku?” tanya Kyuhyun lagi.

“Mianhe, tapi kau diantarkan sendirian oleh Tim SAR kemari. Cideramu sangat parah. Dan, tidak ada yang menemanimu sejak kedatanganmu ke rumah sakit sampai dengan saat ini,” jelas suster itu.

Kyuhyun mendadak bersedih. Sungguh tega gadis itu kepadanya. Mengapa ia meninggalkan dirinya sendirian? Mengapa gadis itu tidak menungguinya? Apakah gadis itu tidak mencintainya? Apakah gadis itu tetap memilih lelaki itu dibanding dirinya? Wajah Kyuhyun sangat murung dan ia berusaha melupakan rasa sakit dihatinya. Rasa sakit dihatinya lebih sakit daripada rasa sakit yang kini sedang menusuk pinggangnya. Ia ingin tertidur saja selamanya.

“Aku Park Eun Ri. Jika kau butuh sesuatu, kau bisa memanggilku.” Suster itu melihat Kyuhyun yang sepertinya ingin tidur kembali. Eun Ri segera melangkah keluar dari ruangan Kyuhyun.

Kyuhyun dengan wajah yang murung mulai menitikkan airmata karena rasa sakit dihatinya yang tak kunjung sembuh. Gadis itu tidak pernah mencintainya…

~~

~to be continued…

Iklan

10 pemikiran pada “Fanfiction SeoKyu “Love in Balloon” Part 3

  1. ish ish ish
    sebel deh sm in guk
    maunya apa coba?
    dia pgn jdohin sm yonghwa?
    trus kyu ntr klok jtuh cnta sm eun ri gmn?
    ish ish ish sbel

    • Cup-cup, jangan sebel ya, hihihi, mudah2an ga terjadi deh. In-guk cuma terlalu sayang sama adiknya yg terlalu cantik 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s