Forum Online

Dulu saya pernah aktif di sebuah forum komunitas di dunia maya, sekitar tahun 2013 sampai dengan 2016. Banyak teman-teman baru yang saya temui, ada dokter, ada pelukis, ada musisi, dan banyak yang lainnya. Beberapa orang masih berteman baik hingga sekarang. Saya pernah mengikuti kegiatan kopdar nasional dan kopdar regional, ada kegiatan baksos, lomba-lomba kecil di forum dan banyak kegiatan positif lainnya selama aktif di forum komunitas ini. Saya bisa dikenal sebagai seorang penulis juga di forum ini dan tentu saja forum tersebut saya gunakan untuk mempromosikan buku-buku saya. Dalam rentang waktu itu saya senang berinteraksi di sana, walau sekarang tidak lagi dan meski pun forumnya masih aktif hingga sekarang, tapi keasikan berforum sudah tidak dapat saya temui lagi. Awalnya karena satu orang yang entah bagaimana caranya saya untuk tahu, saya tahu dia membenci saya. Saya rangkum kisahnya menjadi kurang lebih seperti ini:

“Awal saya bisa menerbitkan buku sekitar tahun 2013, setelah 12 tahun berjuang dan saya akhirnya jadi dikenal di forum lama saya. Singkat cerita, banyak yang meminta saran bagaimana caranya supaya bisa menerbitkan buku seperti saya. Di sini awal mula saya mengalami perundungan maya selama bertahun-tahun dari satu orang dan akhirnya bertambah menjadi beberapa orang. Awal cerita; seseorang kirim naskahnya ke saya untuk saya review, soal cerita dan tanda baca, dan lain-lain. Beberapa orang pernah juga mengirimkan naskahnya ke saya untuk saya review, semua baik-baik saja menerima saran dan kritik saya, ke depannya bahkan saya editing dua naskah novel secara gratis sebagai bentuk kompensasi saya kalau memang saya pernah berbuat salah pada orang lain. Tapi, yang satu ini sungguh luar biasa :))

Mungkin pada saat dulu saya sedang lelah saat berinteraksi dengan orang itu, mungkin di penerimaannya bahasa saya terlalu kasar dan telak, saya benar-benar tidak sadar dan tidak pernah benar-benar tahu karena dia juga tidak pernah bilang secara langsung ke saya apa permasalahannya. Waktu itu saya sampaikan bahwa saya tidak suka baca naskah yang itu masuk dalam kategori karya tulis tapi tanda baca masih berantakan, huruf besar kecil yang tidak konsisten, titik-koma tidak beraturan, setelah tanda petik dua untuk dialog diberi spasi, dan lain-lain. Iya, nantinya memang kita akan punya editor jika karya kita masuk ke penerbit, tapi…. maksud saya kalau orang itu pernah setidaknya membuat skripsi pasti setidaknya paham tanda baca yang baik dan benar itu harus seperti apa.

Saya sampaikan untuk memperbaiki, saya tulis penjelasan secukupnya di bawah naskahnya. Saya kirim balik naskahnya dan saya chat melalui BBM. Pada saat itu, saya pikir tidak ada masalah, karena menurut saya penerimaannya juga cukup baik. Ternyata… Beberapa hari kemudian orang itu membuat postingan yang judulnya cerpen tapi tokohnya menggunakan nickname saya (bungalembah). Kira-kira begini redaksinya: “Di sebuah lembah hiduplah seorang gadis berbakat bernama Bunga, suatu hari ia mengikuti kontes menulis dan menjadi pemenang. Namun, ia akhirnya menjadi sombong. Kemudian karena kesombongannya, ia banyak dibenci dan menjadi perawan tua.” Dan kata-kata pahit lainnya yang sebenarnya saya masih ingat tapi kira-kira begitu intinya. Dan itu bukan hanya satu posting, berkali-kali sampai bertahun-tahun kemudian. Kebanyakan posting yang terlalu kontroversial, biasanya akan dia hapus setelah ramai anggota yang berkomentar.

Bertahun-tahun setelah itu, ternyata masih sering dia bahas di forum, kadang dia bersikap manis, kadang ada komentarnya yang sangat frontal dan menyakitkan hati saya. Saya pikir orang ini apa terganggu, ya, jiwanya dan juga mentalnya. Saya berusaha sekali mengabaikan dirinya. Dan mirisnya dia mulai menghasut member lain bahwa saya adalah perempuan yang sombong dan penuh kebohongan. Saya sudah minta maaf panjang kali lebar secara pribadi melalui fitur pesan yang ada di forum itu, dia juga menjawab sudah memaafkan dan melupakan tapi yang selanjutnya terjadi adalah kebalikannya, semakin hari saya merasa kelakuannya malah semakin menjadi. Suatu kali dia menuduh saya menghapus posting-nya di Topik yang saya kelola (Berani Berkarya), padahal saat itu memang ada bug di situs forumnya dan teman-teman yang lain membuktikan bahwa tuduhannya salah pada saya, tapi ada juga yang termakan tuduhannya. Karena tampilan yang saat itu dilihat di aplikasi Android dan di web hasilnya berbeda karena bug itu tadi. Saya tidak perlu mengklarifikasi karena menurut saya itu tidak perlu dan karena bukan itu juga akar masalahnya, dia membuat hal seperti itu karena satu; ingin diperhatikan, dua; dia sengaja menebar kebencian sama seperti sebelum-sebelumnya.

Kata teman baik saya, sebenarnya dia kagum dan nge-fans sama saya, tapi karena setelah kejadian dia membuat cerpen yang membuat hati saya sakit itu, dia terlanjur saya cuekin, dia terus meminta perhatian dengan menyebarkan fitnah dan kebencian. Pada saat itu kalau tidak ingat umur dia yang sudah kepala empat, rasanya tidak percaya dengan sikapnya yang semacam itu. Saya lalu menyadari perundungan maya adalah sesuatu yang mengerikan dan sulit dilupakan karena saya harus menerima itu selama bertahun-tahun. Saya pernah menangis seharian karena saya tidak tahan dengan orang yang pernah jumpa saya pun tidak, tidak pernah tahu kehidupan saya seperti apa, sudah memerlakukan saya seburuk itu. Saya mencoba bertahan di forum dan berusaha tidak peduli karena lebih banyak teman yang mendukung saya. Tapi, lama-lama saya tidak tahan juga, saya pikir lebih baik saya yang mundur dari forum, selain karena teman-teman lama yang mulai menghilang, rasanya saya tidak perlu bertemu orang macam itu lagi di mana pun. Dia berkali-kali ganti akun FB, Twitter dan coba mengikuti saya, entah untuk tujuan apa, tapi untuk menghindari orang semacam dia yang selalu memberikan aura negatif, dia selalu saya blok, hehehe. Suatu hari karena rindu dengan forum, saya posting soal film yang baru saya tonton, saya berharap anggota lama ada yang berkomentar, terutama sosok yang saya kagumi di forum itu. Ternyata komentar pertama adalah dari dia, padahal saya lihat dari history-nya, dia pun sudah lama vakum dari forum itu (saya baru akan posting kalau dia tidak aktif), yang artinya dia sengaja menunggu kehadiran saya dan jelas ada yang memberitahu dia kalau saya balik ke forum. Akhirnya posting-nya saya hapus dan saya tidak pernah balik lagi sampai sekarang.

Semoga menjadi pembelajaran bahwa apa yang pernah saya alami selama kurun waktu 2013 sampai dengan 2016 itu sama sekali tidak enak. Mungkin pernah ada tutur kata saya yang juga menyakitkan (seingat saya, saya sangat berhati-hati sekali dalam berkomentar, pasti saya baca dua kali sebelum saya terbitkan komentarnya), tapi kalau sampai difitnah sepanjang waktu, ini adalah pertama kalinya dan saya harap tidak akan pernah terjadi lagi. Cyber harrasment, cyber bullying, perundungan maya, apa pun itu namanya, it’s actually a ‘truly’ crime.”

Kemudian setelah kurang lebih 2,5 tahun saya rajin mengikuti survey online di beberapa panel survei, suatu hari saya mendapat undangan survei yang agak berbeda. Survei ini menanyakan kesediaan saya untuk bergabung menjadi anggota suatu forum dan berkontribusi dalam perkembangan teknologi yang bisa mengubah dunia. Wah, tentu saja saya mau! Beberapa hari kemudian saya mendapat email lagi berupa halaman registrasi ke forum yang dimaksud. Akhirnya saya resmi menjadi anggota forum komunitas dunia maya yang baru. Di sini semuanya sangat berbeda dengan forum komunitas yang pernah saya ikuti. Forum komunitas ini memfokuskan diri untuk membahas segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi. Saya jadi belajar juga bahwa memang suatu forum seharusnya dibuat dengan topik khusus untuk mengumpulkan orang-orang dengan minat yang sama. Saya bertemu lagi dengan orang-orang baru yang hebat, mulai dari dokter, akuntan, programmer, psikolog, guru, dosen dan lainnya. Tentu pengalaman berforum dengan orang-orang berkualitas seperti ini juga mendorong saya untuk menjadi manusia yang lebih berkualitas lagi. Di sini tidak ada yang namanya merendahkan orang lain, jika satu anggota mengalami suatu masalah atau kegalauan maka anggota tersebut akan disemangati dan dimotivasi bukan di-bully. Pembahasan di forum selalu tentang teknologi, terutama teknologi terkini. Terkecuali hari Kamis, anggota forum bebas memposting selain teknologi tapi tetap bukan pembahasan seputar agama atau politik.

Saya bersyukur sekali bisa bergabung di forum ini dan bisa mengobati kerinduan saya berinteraksi dalam sebuah forum komunitas di dunia maya. Dan karena forum ini tidak ada referral alias tidak bisa membawa teman alias tidak bisa daftar atau bergabung tanpa melalui jalur undangan, saya tambah senang lagi. Forum ini jadi memiliki kesan spesial dan eksklusif bagi anggotanya. Saat ini info dari admin forum tersebut anggotanya sudah ada sekitar 700 orang dan saya bangga karena saya adalah salah satu anggotanya. Setiap bulan ada insentif yang diberikan bagi para anggota yang aktif berkontribusi sebesar kurang lebih £6-20 (GBP/Pound sterling). Inilah yang membuat anggota forum ini semakin bersemangat mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada, karena keberadaan anggota sangat dihargai dan diberikan penghargaan untuk waktu yang digunakan untuk aktif di forum ini. Sudah sebulan saya aktif di sini dan saya sangat betah ada di forum komunitas ini. Forum komunitas ini bernama DigitIndo dan maaf sekali tidak ada link referral. :))

Iklan

Satu pemikiran pada “Forum Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s