Fanfiction SeoKyu “Game Over”

Annyeong-haseyooo 😀

Mau berbagi sinopsis dari novel fanfiction ketujuh nih, semoga suka ya sama ceritanya, hehe.


“Kita tidak pernah tahu kapan kita akan berpisah dengan orang-orang yang kita sayangi. Dengan mengungkapkannya akan membuat kita merasa lega karena orang yang kita sayangi tahu bahwa kita menyayanginya…,”

Game Over

Park Jung-Soo alias Leeteuk mengenal seorang gadis bernama Seo Joo-hyun melalui dunia game online. Mereka menjalin pertemanan akrab di sana sehingga membuat Seohyun menaruh harapan pada Leeteuk. Leeteuk adalah mahasiswa dan seorang guru Bahasa Inggris yang menetap di Jepang. Sedang Seohyun sendiri adalah seorang mahasiswi yang aktif di kegiatan sosial dan berada di Jeolla, Korea Selatan.

Leeteuk ditemani sahabat setianya di Jepang, Cho Kyuhyun dan juga Hana Mizuki, seorang perempuan Jepang yang sudah lama menaruh hati pada Leeteuk.

Kyuhyun yang juga jatuh cinta pada Hana, memutuskan kembali ke Korea setelah mengetahui bahwa Hana lebih memilih Leeteuk ketimbang dirinya. Di Korea, Kyuhyun malah bertemu dengan Seohyun dalam sebuah kegiatan sosial. Kemudian mereka pun berteman dekat, namun saling menutup diri mengenai persoalan asmara mereka.

Leeteuk lambat laun mulai melupakan Seohyun yang terus menghubunginya namun selalu dihindarinya. Ia ingin bahagia bersama Hana. Suatu hari, Kyuhyun dan Seohyun pergi ke Jepang untuk menunaikan tugas kegiatan sosial dan melalui Kyuhyun, akhirnya Leeteuk pun bertemu dengan Seohyun. Bagaimana akhir kisahnya? Baca selengkapnya di novel Game Over.

**Fanfiction ini juga dipersembahkan untuk musibah kapal ferry Sewol Korea Selatan. Dari lubuk hati terdalam, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga diberi kedamaian untuk jiwa-jiwa yang telah pergi dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan untuk terus melanjutkan hidup.**

Sekali lagi, semoga suka ya sama ceritanya, gomawoyo-saranghaeyo :*

Prosecutor Princess vs Zettai Kareshi

Salah satu hobiku adalah menonton Korean Drama. Pasti kebanyakan perempuan Indonesia juga suka dengan drama yang biasanya bergenre comedy-romantic dan semacam itu. Apalagi ibu-ibu muda yang sudah menikah dan tidak sibuk bekerja. Dulu, saat aku menganggur, hiburan utamaku adalah menonton Film Drama, dulu harus selalu menunggu penayangannya di stasiun televisi tertentu, belum ada jamannya download dan lain sebagainya, tidak seperti sekarang yang semakin canggih. Kalau pinjam CD biasanya seringnya malah macet gak karuan. Sekarang, saat aku sudah sibuk bekerja, paling nyaman adalah meng-copy dari warnet yang koleksi film dramanya lengkap dan tinggal pindahkan ke hard-disk dengan memory yang menakjubkan. 8 GB. Hohoho. Lengkap sudah episode awal sampai akhir film drama yang ingin aku tonton.

Dari sekian banyak judul yang pernah ku tonton dan kuingat dan tentu saja ini adalah film-film Drama Seri Korea yang paling aku suka, yaitu sejak kemunculan Sonic Youth, Ad-Madness, Endless Love, Stairway to Heaven, Friends, Full House, Memories of Bali, di jaman dahulu kala sampai kini sudah beralih ke Brilliant Legacy, He Is Beautiful, Cinderella Stepsister, Secret Garden, Bread Love and Dreams, Heartstrings, Dream High dan lain-lain.
Nah, yang paling aku suka adalah tet-reret-tereeeet : PROSECUTOR PRINCESS. Horaaaaaaiiiii, kemudian kepalaku diberi mahkota, blink-blink! Hehehe. Prosecutor Princess ditayangkan di Korea sudah sejak awal 2010 lalu, sedangkan di Indonesia mulai diputar sekitar akhir 2010 kalau tidak salah. Aku bisa sangat menyukai drama ini karena unik dan berbeda dengan cerita drama Korea pada umumnya. Drama yang satu ini sangat realistis dan tidak menjual mimpi. Yang paling aku suka bukan pemeran utama pria yang memang ganteng itu, Park Shi Hoo sebagai Seo In Wo, tapi aku lebih suka seorang wanita cantik Kim So Yeon yang berperan sebagai Ma Hye Ri. Bercerita tentang seorang perempuan yang memilih menjadi seorang jaksa dengan IQ yang sangat tinggi, daya ingat yang kuat, sangat cerdas namun naif dan polos. Kemudian dirinya jatuh cinta kepada seorang pengacara ganteng yang akhirnya sedikit terhalang karena masa lalu kedua orang tua mereka. Ma Hye Ri sebenarnya lebih suka bersenang-senang dengan kehidupan mewahnya sebagai anak semata wayang seorang pengusaha kontruksi ketimbang sibuk bekerja. Itu pada awalnya, selanjutnya ketika episode berikutnya, drama ini lebih menunjukkan sesi-sesi yang menyedihkan. Di Kantor kejaksaan, dia adalah satu-satunya perempuan yang tidak berpenampilan seperti jaksa, sangat modis dan fashionable. Yang menarik adalah masa lalunya yang mengalami obesitas sampai-sampai mengakibatkan dirinya tidak punya teman dan selalu dijauhi lelaki. Aku suka ketika melihat Ma Hye Ri saat menangis dan bersedih, kemudian melakukan hal-hal konyol. Aku sangat suka melihat ekspresinya. Lucuuuuu dan yang pastinya cantik.

Nah, itu tadi dari kubu Korea. Sekarang saatnya membahas Japan Dorama.

Yang dulu pernah aku tonton adalah Anchor Woman. Hanya itu yang bisa aku ingat. Sepertinya Film Drama Jepang jarang tayang di stasiun televisi Indonesia. Tapi, setelah melakukan perburuan yang cukup maksimal, akhirnya ketemu juga dengan drama-drama menarik seperti One Litter of Tears, Proposal Daisakusen, Buzzer Beat, Dragon Zakura, Hard To Say I Love You, Dr. Do A Little. Dan yang paling aku sukai adalah jreng-jreeeeeng-jreeeeng : ZETTAI KARESHI! Haik! Ceritanya bagus, unik, menarik dan pemainnya cuteeeee sekali bernama Mizushima Hiro. Sudah menikah dengan seorang penyanyi bernama Ayaka. Beberapa kali main di film drama tapi bukan sebagai bintang utama dan dia sudah berhenti dari dunia keartisan sejak beberapa tahun lalu dan fokus menjadi seorang penulis. Zettai Kareshi bercerita tentang pacar ideal yang diwujudkan dalam bentuk sebuah robot laki-laki yang sempurna karena pembuatannya sudah disesuaikan dengan keinginan pemesannya. Tapi, walaupun sudah sangat ideal, robot tetaplah robot, yang walaupun di akhir cerita si robot sudah memiliki perasaan seperti layaknya manusia dan benar-benar jatuh cinta pada pemesannya, namun tetap memiliki masa pemakaian. Si robot merelakan dirinya di non-aktifkan selamanya agar wanita yang dicintainya bisa benar-benar hidup dalam kenyataan dan mewujudkan semua mimpi yang dimiliki sang wanita. Selain itu film drama ini juga bercerita bagaimana seseorang dengan semangat mengejar mimpi yang ingin diwujudkan sebagai seorang pastry yang terkenal. Kemahiran si pemeran wanita utama dalam membuat cream-puff membuat Mizushima Hiro menjadi jatuh cinta pada si wanita yang merupakan partner kerja di kantornya. Akhirnya mereka dekat dan mulai mewujudkan mimpi mereka bersama-sama. Yang menyedihkan adalah saat sang wanita tidak dapat melepaskan kepergian si robot dan sangat merasa sedih ketika ditinggalkan, sedang si robot akhirnya benar-benar memutuskan untuk pergi dan saat Mizushima Hiro yang mengetahui bahwa laki-laki yang bersama wanita yang selama ini disukainya ternyata adalah robot. Dan, si robot pulalah yang akhirnya menyatukan cintanya. Cihuiiiiii.

Itu adalah sekelumit kisahku mengenai kesukaanku menonton film drama. Sangat menyenangkan dan banyak yang bisa kita ambil sisi positifnya, dimana dari semua film drama yang aku tonton selalu berisi hal-hal yang berbau semangat, positive-thinking, perjuangan tentang hidup dan cita-cita.

Kamsahamnidaaa,
Arigatoooo-neeee ^_^

Sya la la la, dudududu, nananana, lalalala….. “Ashita Harerukana…”

PROPOSAL DAISAKUSEN

Aku benar-benar jatuh cinta setengah mati (lagi) pada Jepang. Dulu sekali aku suka film drama seri Jepang, jaman aku masih SMA, Anchor Woman yang paling aku ingat. Apalagi setelah kemarin menonton Proposal Daisakusen di laptop sahabat tercinta. Hwaaaaaa…. Dan, sedikit banyak berhubungan dengan kehidupan nyataku. Hehehe, sengaja dikait-kaitkan biar nyambung. Tapi, garis besarnya sama kok. Apa coba? Ya itu, penantian terhadap seseorang yang kita yakini tapi begitu panjang perjuangan untuk dapat meraih seseorang tersebut. Hahaha, siapa tuh? Ada deh…

Proposal Daisakusen adalah film drama seri Jepang, sebanyak 11 episode yang sumpaaah gokil, lucu, dan konyol sekali. Kata sahabatku, bintangnya mirip dengan cowok idamanku, hohoho. Yamashita Tomohisa, biasa dipanggil Yamapi, dan di film tersebut dia berperan sebagai Iwase Ken alias Kenzo. Iya sih, mirip, apalagi kalau pas mecucu. Wakakaka.
Bintang ceweknya Masami Nagasawa berperan sebagai Yoshida Rei.

Bercerita tentang seorang cowok yang tidak berani mengungkapkan perasaannya kepada cewek yang disukainya dikarenakan dia terlalu gengsi, terlalu cuek dan tidak peka dengan perasaan si cewek. Si cowok bernama Kenzo, dan si cewek bernama Rei (berasa gue gitu, Rere :D). Mereka bersahabat sejak SD, dan ketika ada satu moment kenakalan masa kecil, saat Kenzo menunjukkan terbang layang dan kemudian diikuti dengan semangat oleh Rei yang mengakibatkan tangan Rei cidera, Kenzo kecil berjanji akan melindungi Rei selamanya, Rei kecil dengan wajah tersenyum sumringah menjawab, “Mohon bimbingannya,” sambil membungkukkan badan.
Rei sebenarnya sangat menyukai Kenzo sejak kecil, namun dia juga tidak bisa mengungkapkan secara jelas karena Kenzo sangat tidak peka terhadap perasaan Rei. Ada banyak pertanda yang coba Rei berikan, tapi Kenzo selalu tidak bisa merasakan atau melihat hal itu. Hiks, emaaaanggg, dasar cowok aneeeeh.

Sampai pada hari resepsi pernikahan Rei dengan Tada (seseorang yang dipilih Rei untuk pasangan hidup, pada akhirnya), Kenzo menyesali semua yang terjadi dan ingin memperbaiki kesalahan-kesalahan yang diperbuatnya di masa lalu saat melihat slide-show foto kebersamaan dirinya dan Rei sejak kecil hingga mereka dewasa, di foto-foto itu entah kenapa, selalu menunjukkan bahwa dimana ada Rei pasti ada Kenzo, dengan berbagai keadaan dan kejadian, baik kejadian sedih maupun senang, sejak mereka SD sampai dengan ketika Rei akan menikah.

Karena dibantu oleh seorang Peri Gereja, Kenzo akhirnya bisa kembali ke masa lalu, bermaksud untuk memperbaiki keadaan yang membuat Rei kecewa terhadap dirinya menjadi lebih baik atau minimal bisa membuat Rei bisa tersenyum bahagia. Namun sedikit sekali keadaan yang bisa dirubah menjadi lebih baik, malah kebanyakan ada keadaan yang benar-benar tidak bisa dirubah sama sekali, karena walaupun sudah kembali ke masa lalu dan Kenzo menyadari bahwa wanita yang disukainya di seluruh dunia hanya Rei, dia tetap tidak bisa mengungkapkan itu pada Rei. Dasar bodoh sekali, Kenzo ini. Hahahaha.

Banyak makna yang ingin disampaikan di film ini, seperti kutipan Abraham Lincoln, “Aku tidak mau tahu kamu yang gagal, aku hanya ingin tahu kamu yang berhasil.”
Maksudnya jika kita sudah memiliki kesempatan untuk meraih sesuatu, memperjuangkan sesuatu, atau misal mengungkapkan perasaan kita terhadap orang yang kita tuju, tidak perlu terlalu banyak alasan untuk mengungkapkan itu. Misal, “kalau mobil merah itu lewat baru akan aku katakan”, “jika aku sudah sukes baru aku akan mengatakannya”, dan lain-lain semacam itulah.

Karena kita tidak akan pernah tahu kapan kesempatan akan datang lagi kepada kita. Tentu saja Peri Gereja itu bukan makna sesungguhnya dari keajaiban. Hehehe. Maksudnya adalah supaya kita melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Kesempatan terkadang tidak datang dua kali. Bisa saja tidak ada kesempatan kedua atau bahkan tidak ada sama sekali kesempatan kedua untuk kita. Bisa saja pada akhirnya kesempatan itu tidak akan pernah ada lagi untuk kita. Dan rasa pada setiap kesempatan tidak akan pernah lagi sama.
Proposal Daisakusen sungguh bagus, tidak hanya proses perjuangannya yang bisa dijadikan masukan untuk hidupku sendiri. Cieeeh… LOL.

*Ashita Harerukana : Akankah hari esok cerah?
adalah OST Proposal Daisakusen yang sangat baguuuusss sekali… 🙂

Jatuh Cinta sama Jepang

Dulu sekali, terdengar seperti ratusan abad yang lalu, hahaha, sewaktu aku masih memakai baju putih abu-abu, aku belajar Bahasa Jepang di sekolah dengan semangat, selain karena senang mendapat kesenangan baru juga karena gurunya cakep mirip Amir Khan, aku masih ingat namanya, Syarif Sulton. Belajar terbata mengucap kata yang asing ditelinga, seperti balita belajar bicara,

Ohayo-gozaimasu…

Kon-ni-chi-wa…

Kon-ban-wa…

Oya-sumi-nasai…

Ogen-ki desu-ka?

Oka-ge samade…

Ari-gato gozaimasu…

Dozo yori-shiku…

Sumi-masen…

Dai-jobu desu…

Ja Mata…

Sayo-nara…

Dan, belajar Bahasa Jepang dengan guruku satu ini sungguh menyenangkan. Kami biasa diajak keluar ruangan kelas untuk melihat pekarangan sekolah sambil menamai benda-benda di sekeliling kami. Atau kami belajar berhitung di Lab. Bahasa. Ini sambil berurai airmata karena lucu sekali pada waktu itu, mendengar rekaman dari kaset yang diputar, dan mendengar suara yang asing.

Ichi

Ni

San

Shi

Go

Roku

Atau kami mendengar lagu dengan Bahasa Jepang di Lab. Bahasa,

“Ichiban cika ku ni ii temo… (bla-bla, lupa… hahaha, kami mengikuti lirik yang menggaung dari masing-masing headset kami.

Semakin tertarik dengan Jepang karena ternyata bahasanya mudah dipelajari. Dan, mereka adalah salah satu negara yang sangat menghargai bahasa mereka. Seperti jika ada saduran kata dari bahasa Inggris, mereka tidak memakainya langsung, melainkan di ubah menjadi ejaan dan vokal yang sesuai dengan lidah orang Jepang. Dan khusus untuk kata saduran bahasa asing tersebut mereka menggunakan Huruf Katakana bukan Hiragana yang digunakan untuk penulisan asli bahasa Jepang. Misal Furansu untuk Perancis, Osutoraria untuk Australia, Airon untuk Iron, Miruku untuk Milk, Kohii untuk Coffee atau Takushii untuk Taxi. Keren sekali. 🙂

Kemudian, tentang semangat hidup mereka yang tinggi, disiplinnya luar biasa.

Rasanya sudah lama sekali aku tidak menggunakan satu-dua patah kataku dalam bahasa Jepang. Sewaktu aku bekerja di sebuah perusahaan money-changer berlokasi di Jakarta Pusat, bergerak di bidang penukaran mata uang asing, bertempat di sebuah gedung yang berseberangan dengan hotel tempat menginap orang-orang Jepang, aku sempat mengaplikasikan bahasa Jepangku yang sangat minim kosakata itu. Dan yang sangat ‘laku’ di tempat penukaran mata uang asing itu adalah mata uang Yen karena tamu-tamu yang datang kebanyakan juga adalah orang Jepang. Jadilah aku seperti orang kejatuhan harta karun-kata lain dari sangat senang-kemudian aku bisa berkata tidak ada ilmu yang sia-sia, walaupun itu hanya sedikit. Aku sedikit-sedikit bisa menyapa pelanggan dalam bahasa Jepang.

Ohayo Gozaimasu…

Konnichiwa…

Konbanwa…

Kaeru okane?

Futto arimaska?

Sumimasen…

Domo Arigato…

Hajime mashite, watashi wa…

Dan kata-kata lain yang dulu hanya tersimpan di kepala, semudah itu bisa aku aplikasikan sehari-hari, untuk pelanggan-pelanggan yang datang. Dan, orang Jepang sangat sopan sekali. Terkenal dengan salam bowing-nya (membungkukkan badan). Sebelum kita berhenti membalas salam mereka, mereka akan terus membalas salam dengan bowing itu. Hahaha. Itu menunjukkan kesopanan dan rasa hormat mereka pada orang lain.

Ini mungkin akan terdengar mellow…

Kemarin aku dan sahabatku menonton One Litre of Tears, benar-benar satu liter airmata yang bisa ditampung di water-torent tempat kerjaku, saking sedihnya film drama berdasarkan kisah nyata itu. Dulu aku sudah pernah menonton film tersebut, menonton lagi jadi menggugah memori. Hehehe.

Kalau melihat film drama Jepang, yang aku temukan mereka selalu total dalam membuat satu detik saja sebuah adegan. Tidak banyak kata tapi dengan visualisasi, mereka bisa menyampaikan makna lebih dari kata-kata atau visualisasi itu sendiri. Ini terlepas dari aku yang suka film drama-romantis. Hehehe.

Kemudian, aku mendengar lagi lagu yang dulu begitu akrab di telinga, salah satunya dari Remioromen, yang juga merupakan OST dari One Litre of Tears. Konayuki dan Your Song. Senang sekali mendengar lagu itu. Wah, jadi jatuh cinta lagi sama Jepang.

Watashi wa Nihon ga suki.

…僕は君の秀ベットナド尻手府稲井てるだろう

よそれでも一奥忍唐君をみつケタ…

Cerita ini diikutsertakan dalam kontes Bahasa Cinta di Atap Biru
http://arundati.com/2011/07/bahasa-cinta/