Fanfiction SeoKyu “Changeling”

Hallo, apa kabar para Wires tercinta? Kayaknya sudah lama ya kalian menantikan kehadiran novel SeoKyu terbaru. Setengah tahun kemudian baru terbit lagi novel SeoKyu terbaru. Tanpa panjang lebar lagi, simak dulu ya sinopsisnya.

———————————————————————————————————————————————————————————————————–

“Awalnya, Seohyun mengira dirinya adalah benar sesosok peri saat ia melawan Siluman Sawi. Lalu, ia bertemu Peri Kyu dari Negeri Peri Salju, bersama menikam Monster Salju, memakai mantel tupai salju dan memakan lumut es pohon cemara salju. Setelah pertemuan itu dan Peri Kyu menyelamatkannya dari penyihir jahat, Seohyun baru menyadari keberadaannya yang sebenarnya sebagai sesosok peri bunga.

Changeling adalah sebutan untuk bayi peri yang cacat. Peri perempuan sering melahirkan anak-anak peri yang cacat. Mereka lalu pergi ke dunia dan menukarnya dengan bayi manusia yang sehat lalu meninggalkan changeling. Saat changeling tampak seperti bayi manusia, ia tidak memiliki karakteristik emosional yang sama dengan manusia pada umumnya. Changeling merasa senang ketika musibah dan kesedihan terjadi di sekitarnya.

Seohyun lalu kembali ke kehidupan manusia dan bertemu dengan Kyuhyun. Kyuhyun merasa bertemu gadis paling aneh dan istimewa. Benarkah Seohyun bukan peri? Ketika ada cara untuk membuat Seohyun menjadi peri selamanya, akankah ia mengambil kesempatan itu dan bersatu dengan Peri Kyu? Relakah Kyuhyun kehilangan Seohyun dalam hari-harinya? Mari terbang dan berpetualang bersama para peri di Changeling!

Changeling (Fairy Tales)

Changeling (Fairy Tales)

“Dunia peri adalah dunia yang penuh keajaiban dan peri adalah keelokan yang tak terbantahkan.”


Pemesanan dan pembelian:
Harga: Rp. 43.500,-
WA: 0818-0266-4765
Twitter: @rerebungalembah

Fanfiction SeoKyu “Guardian Angels”

Hi, my beloved SeoKyu wires!

Finally! Novel manis ini akhirnya terbit juga. Hehe. Kenapa manis? Karena saya sangat senang saat menulisnya dan akan merasa lebih senang ketika nanti akhirnya novel ini bisa sampai ke tangan kalian semua. Oh ya, sudah tahu di tulisan sebelumnya kalau novel yang satu ini ada original soundtrack-nya? Secara khusus saya akan cantumkan link lagunya di sini. Jadi, silakan download lagunya lalu nikmati novelnya sambil dengar lagunya, ya! 😀

Ini dia sinopsis ceritanya:

— Kalian pernah mendengar tentang malaikat pelindung? Bahwa setiap manusia itu memiliki malaikat pelindungnya masing-masing? Ia sebenarnya tidak bisa benar-benar membantu secara nyata, tapi membantu dengan cara membisikkan sesuatu yang benar, yang harus dilakukan dan membantu dengan doa. Yang tidak terlihat bukan berarti tidak ada, bukan?

Tahukah kau, siapa sebenarnya malaikat pelindungmu itu? Ia adalah hati nuranimu. Yang selalu benar dan tidak pernah salah namun kau kadang mengabaikannya dan tidak mendengarkannya.

Seohyun dan Kyuhyun beruntung sekali dipertemukan oleh kedua malaikat pelindung mereka. Dengan bantuan malaikat-malaikat itu mereka menjalin hubungan persahabatan sampai sesuatu akhirnya terjadi. Apakah sang malaikat pelindung itu mampu untuk terus menyatukan mereka? Simak di novel yang bercerita tentang ketulusan malaikat-malaikat Tuhan ini.—

GUARDIAN ANGELS - 2

Untuk menikmati lagu Guardian Angels, silakan download melalui link ini:

https://www.dropbox.com/s/yfixwrwn4hn6i8j/Ramaditya%20-%20Guardian%20Angel.mp3?dl=0

“Air mata adalah hal yang paling murni dari perasaan manusia. Manusia akan menangis kalau perasaan yang mereka rasakan sangat kuat. Jika kau tidak bisa melupakannya, maka teruslah merindukannya.”

Akhirnyaaa, selamat membaca bukunya, selamat menikmati lagunya, selamat meresapi ceritanya. Yang pertama tentunya selamat membeli bukunya, hihihi. Enjoy the book and the song! 😀

Note: Open order “Guardian Angels” Rp. 44.500, discount 30%. Contact Putri SMS/WA: 0898-512-9994, BBM: 54A7043A or twitter @AraskaPublisher

Do you have a Guardian Angel?

Do you have a Guardian Angel?

Wahita

Of course, you! 😀

Sebentar lagi saya akan menerbitkan sebuah buku yang bercerita tentang malaikat Tuhan yang bertugas menjaga manusia. Apakah itu? Sepertinya menarik 😀

Malaikat-malaikat Tuhan, diturunkan untuk menjaga manusia. Tidak ada yang mengetahui jumlah pastinya, namun yang jelas, malaikat-malaikat itu selalu bergantian menjaga manusia dari pagi hingga malam, dari malam hingga pagi lagi, secara bergiliran, secara bergantian. Mereka tidak pernah mengeluh dan tidak pernah merasa lelah. Malaikat adalah wujud kebaikan dan ketulusan. Mereka hadir untuk memberikan ketentraman dan kedamaian. Malaikat-malaikat bersayap yang tidak hanya bagus secara rupa, namun memiliki sifat-sifat yang mulia, terutama dalam pengabdian kepada Tuhan.

Seburuk apa pun manusia yang didampinginya, malaikat akan tetap sabar menuntunnya ke arah yang baik. Terlebih jika manusia itu selalu berada dalam kebaikan, maka malaikat-malaikat tersebut akan selalu mendoakan keselamatan bagi manusia yang dijaganya agar terus berada di dalam kebaikan.

Awalnya ide menulis novel ini datang dari seseorang yang sebelumnya saya pernah terlibat project kecil bersamanya. Saat itu ia menceritakan betapa nyatanya sosok bidadari khayalannya yang bernama Wahita. Yang selalu mendampinginya dalam suka dan duka, serta selalu membantunya dalam kehidupannya. Tapi, sosok bidadari itu adalah karakter khayalannya. Bidadari yang sesungguhnya, tentu saja sang istri yang mendampingi beliau saat ini.

Novel ini ada lagunya, lho. Lagu yang menjadi OST novel saya ini, diciptakan oleh seorang tunanetra, namanya Kak Ramaditya Adikara. Beliau adalah seorang penulis buku, motivator sekaligus juga dosen. Suatu waktu saat saya berulang tahun, ia membuatkan saya sebuah lagu, yang ketika saya mendengarnya, saya langsung menangis karena terharu. Lagu itu begitu merdu dan indah. Akhirnya saya meminta ijin beliau agar lagunya bisa lebih banyak didengar oleh semua orang dengan menjadi theme-song novel saya. Kalian pasti penasaran, kan, dengan lagu yang mengiringi novel saya kali ini? Apalagi sama novelnya 😀

Baiklah, nanti setelah novelnya terbit, saya akan update lagi sinopsisnya di sini dan tentu saja link untuk mengunduh lagunya. Mudah-mudahan pencipta lagunya selalu dalam keadaan sehat selalu, baik-baik saja dan sukses-mulia, ya.

Sebarkan ke para SeoKyu Wires, ya. Gomawo-yooo…

Fanfiction SeoKyu “Sea Glass, Snowdrop, Heartwood” (Sekuel-Buku Kedua)

Annyeong-haseyo para Wires SeoKyu di mana pun berada… \(^.^)/

Kali ini saya ingin mempromosikan novel sekuel dari novel sebelumnya, “Love in Balloon.” Sudah baca belum novel yang pertama? Kalau belum silakan beli dua-duanya sekaligus ya, hihihi.

Buku kedua, masih bercerita tentang SeoKyu, berjudul “Sea Glass, Snowdrop, Heartwood.”

Ssst, ini kisah SeoKyu marriage-life lhooo^^

Di buku ini dikisahkan akhirnya pasangan sejati itu, yang bertemu di atas balon udara, akhirnya menikah. Ah, senangnya mendengar kabar itu. Mereka memiliki tiga orang anak dengan karakternya masing-masing. Apa? Tiga?! Ternyata Kyuhyun benar-benar hebat, ya. Hahaha.

Ketiga anak mereka menunjukkan kepribadian mereka masing-masing melalui apa yang mereka sukai yaitu: sea glass, snowdrop dan heartwood.

Sedikit informasi mengenai yang saya ceritakan pada novel ini:
Sea glass adalah pecahan kaca yang terbawa laut dan diproses oleh lautan selama puluhan ribu tahun lamanya dan akhirnya berubah menjadi sebuah batu berkilau yang cantik.

Snowdrop adalah bunga putih yang hanya mekar saat musim salju.

Dan, heartwood adalah bagian atau inti dari sebuah kayu.

SEA GLASS, SNOWDROP, HEARTWOOD 2

Jika sea glass adalah kekuatan dan ketabahan karena proses terbentuknya yang memakan waktu sangat lama, maka snowdrop adalah harapan karena janji sekuntum bunga akan selalu mekar di musim salju, lalu heartwood adalah kebaikan dan ketulusan, karena seperti kita tahu, kayu pun memiliki hati.

Keluarga harmonis itu menghadapi semua tantangan dan rintangan dalam kehidupan keluarga mereka dengan baik, Penasaran, kan? 😀

Akhirnya, selamat membaca kedua buku saya! Terima kasih atas dukungannya selama ini. Saranghaeyooo^^

Fanfiction SeoKyu “Game Over”

Annyeong-haseyooo 😀

Mau berbagi sinopsis dari novel fanfiction ketujuh nih, semoga suka ya sama ceritanya, hehe.


“Kita tidak pernah tahu kapan kita akan berpisah dengan orang-orang yang kita sayangi. Dengan mengungkapkannya akan membuat kita merasa lega karena orang yang kita sayangi tahu bahwa kita menyayanginya…,”

Game Over

Park Jung-Soo alias Leeteuk mengenal seorang gadis bernama Seo Joo-hyun melalui dunia game online. Mereka menjalin pertemanan akrab di sana sehingga membuat Seohyun menaruh harapan pada Leeteuk. Leeteuk adalah mahasiswa dan seorang guru Bahasa Inggris yang menetap di Jepang. Sedang Seohyun sendiri adalah seorang mahasiswi yang aktif di kegiatan sosial dan berada di Jeolla, Korea Selatan.

Leeteuk ditemani sahabat setianya di Jepang, Cho Kyuhyun dan juga Hana Mizuki, seorang perempuan Jepang yang sudah lama menaruh hati pada Leeteuk.

Kyuhyun yang juga jatuh cinta pada Hana, memutuskan kembali ke Korea setelah mengetahui bahwa Hana lebih memilih Leeteuk ketimbang dirinya. Di Korea, Kyuhyun malah bertemu dengan Seohyun dalam sebuah kegiatan sosial. Kemudian mereka pun berteman dekat, namun saling menutup diri mengenai persoalan asmara mereka.

Leeteuk lambat laun mulai melupakan Seohyun yang terus menghubunginya namun selalu dihindarinya. Ia ingin bahagia bersama Hana. Suatu hari, Kyuhyun dan Seohyun pergi ke Jepang untuk menunaikan tugas kegiatan sosial dan melalui Kyuhyun, akhirnya Leeteuk pun bertemu dengan Seohyun. Bagaimana akhir kisahnya? Baca selengkapnya di novel Game Over.

**Fanfiction ini juga dipersembahkan untuk musibah kapal ferry Sewol Korea Selatan. Dari lubuk hati terdalam, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga diberi kedamaian untuk jiwa-jiwa yang telah pergi dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan untuk terus melanjutkan hidup.**

Sekali lagi, semoga suka ya sama ceritanya, gomawoyo-saranghaeyo :*

Fanfiction SeoKyu “Love in Balloon” Part 3

“Love in Balloon”

~Part 3~

Review cerita sebelumnya:
Balon udara yang dikendarai Kyuhyun beserta Seohyun didalamnya, kehilangan kendali dan melenceng karena mengikuti arah angin yang salah. Akibatnya terjadi insiden yang mengakibatkan balon udara tersebut tersangkut di atas pepohonan dan membuat Kyuhyun dan Seohyun cidera. Seohyun mengalami cidera ringan di bagian kaki dan Kyuhyun mengalami cidera yang cukup berat di bagian pinggang. Mereka berdua dalam keadaan cemas dan takut.

~~

Saat pandangan Seohyun dan Kyuhyun bertemu, mereka seperti menemukan sesuatu dalam hati mereka masing-masing. Tangan Seohyun pun berhenti menyentuh pinggang Kyuhyun. Kyuhyun merasa aneh saat tangan lembut itu berhenti menyentuhnya.

Kyuhyun masih ingin menghayati perasaan tenang karena sentuhan tangan Seohyun di kulitnya. Akibatnya wajahnya menjadi memerah malu dan ia pun mengerjapkan matanya.

“Gomawoyo,” Kyuhyun mengucapkan terima kasih pada Seohyun dengan sikap kikuk. Seohyun hanya mengangguk dan tersenyum malu seraya memasukkan pelembabnya kembali ke dalam tasnya. Ia merapihkan rambutnya yang tergerai tertiup angin.

Kyuhyun terus berusaha menahan nyeri yang menusuk di pinggangnya. Rasanya mereka seperti tidak khawatir akan keadaan mereka saat ini. Rasanya mereka seperti menikmati keadaan ini. Seharusnya mereka berpikir bagaimana caranya agar mereka bisa cepat turun dari ketinggian tersebut, bukan?

Kyuhyun mengeluarkan ponselnya.

“Aaah, tidak ada sinyal,” keluhnya, menatap ponselnya tidak berdaya. Seohyun melihatnya. Kemudian ia pun bergegas mengeluarkan ponselnya.

“Sama saja,” wajah Seohyun berubah cemberut. Mereka seharusnya bisa menghubungi seseorang atau siapa pun untuk menyelamatkan mereka. Kyuhyun menahan senyumnya melihat wajah cemberut di depannya. Rasanya ia mulai bisa menyukai gadis ini. Rasanya tidak ada alasan ia tidak menyukai gadis manis dan baik ini.

“Kalau begitu, bagaimana kalau kita saling menyimpan nomor saja?” Seohyun tertawa kecil. Kyuhyun menaikkan alisnya, merasa sangat senang akan kata-kata yang meluncur dari bibir Seohyun.

“Baiklah kalau begitu,” ujar Kyuhyun tenang tapi dengan hati luar biasa senang.

Seohyun meminta ponsel di tangan Kyuhyun. Kyuhyun dengan wajah kebingungan menyerahkan ponselnya dan menerima ponsel Seohyun sebagai gantinya. Ia kini mengerti maksud Seohyun.

“Apakah aku terlalu agresif padamu?” tanya Seohyun tiba-tiba. Wajah Kyuhyun melongo. Kebingungan dengan pertanyaan Seohyun sekaligus bingung hendak menjawab apa.

“Aku juga tidak tahu. Aku baru pertama kalinya melakukan ini. Maksudku, aku biasanya tidak begini…,” Seohyun menundukkan kepalanya. Dia benar-benar baru kali ini begitu tertarik pada seorang lelaki dan selalu ingin ada di dekat orang itu. Padahal mereka belum 1×24 jam bersama, tapi Seohyun sudah takut akan perasaan jauh dari Kyuhyun. Kyuhyun semakin merasa canggung akan suasana yang kini tercipta di antara mereka berdua.

“Aku…,” ujar Kyuhyun menggantung.

“Sungguh aku tidak bermaksud agresif padamu. Semua yang aku lakukan sangat spontan dan tidak ada maksud lain selain aku ingin berteman denganmu,” jelas Seohyun sebisa mungkin.

“Aku mengerti,” ucap Kyuhyun pendek, tidak tahu ingin menjawab apa. Seohyun menghela nafasnya perlahan. Memandangi layar ponsel Kyuhyun dengan pikiran tidak menentu.

“Aku sudah menyimpan nomorku,” Kyuhyun mengembalikan ponselnya ke tangan Seohyun. Seohyun kemudian mengetikkan nomornya di ponsel Kyuhyun.

Setelah ponsel kembali ke tangan Kyuhyun, Kyuhyun pun mengecek kontaknya. Dan tertawa membaca nama yang tertera di sana.

“Ms. Lollipop?” Kyuhyun memandang Seohyun. Seohyun tertawa.

“Kau terlalu biasa menyimpan namamu. Cho Kyuhyun?” Seohyun membaca nama dikontak ponselnya. Kyuhyun tertawa.

“Lalu aku harus menamai diriku apa?” tanya Kyuhyun.

“Aku tahu,” Seohyun tersenyum manis. Kemudian ia mengetik sesuatu dikontaknya, mengedit nama Kyuhyun di sana. Kyuhyun meliriknya.

“Ballon Driver??!!” seru Kyuhyun menahan tawa. Seohyun memandang Kyuhyun dan mengangguk dengan pasti.

“Apa tidak ada nama yang lebih bagus lagi dari itu?!” Kyuhyun kini tertawa yang mengakibatkan pinggangnya semakin nyeri saja.

“Nanti kuganti lagi jika sudah menemukan nama yang lebih cocok untukmu,” ujar Seohyun. Kyuhyun hanya tertawa, rasa apakah ini? Mengapa ia merasa begitu berharga untuk orang lain dan begitu merasa dihargai? Rasanya ia begitu bahagia saat ini.

Kemudian mereka saling terdiam beberapa saat. Sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Angin mendesau di sekitar mereka.

Tidak beberapa lama kemudian, suara helikopter terdengar menderu-deru di atas kepala mereka.

“Kita akan diselamatkan!” seru Seohyun senang. Kyuhyun pun ikut merasa lega. Tim SAR tentu tidak akan lama untuk datang menyelamatkan mereka karena sinyal bahaya sudah dikirimkan Kyuhyun sejak balon udara itu mulai melenceng dari jalurnya.

“KALIAN BERSIAPLAH UNTUK NAIK KE TALI YANG KAMI JATUHKAN!” Teriak salah satu anggota Tim SAR yang bertugas untuk menyelamatkan mereka. Kyuhyun langsung memberi kode ‘OK’ dengan menyatukan telunjuk dan jempolnya.

Kemudian terlihat Tim SAR menjatuhkan tali beserta perlengkapan lain yang tampak menggantung bersama tali.

“Lady’s first, okay?!!” teriak Tim SAR lagi. Sekali lagi Kyuhyun memberi kode, yang di dalam hatinya dia bahkan lebih berkata, “Tentu saja harus dia dulu yang diselamatkan!”

“Kau naik duluan,” Kyuhyun membimbing Seohyun untuk naik ke atas tali yang ternyata berbentuk anak-anak tangga untuk menuju helikopter.

“Kau tidak apa-apa?” wajah Seohyun terlihat cemas melihat denyut kesakitan di wajah Kyuhyun. Ia sangat tahu, Kyuhyun sedang sangat kesakitan. Walau wajah Kyuhyun berusaha mati-matian menyembunyikannya, Seohyun tetap dapat melihatnya. Kyuhyun hanya menganggguk.

“Ya. Tentu saja. Kita akan bertemu lagi di atas helikopter nanti,” ujar Kyuhyun. Seohyun masih saja memandangi wajah Kyuhyun. Kyuhyun meyakinkannya dengan mengangguk.

Kemudian Seohyun mulai berusaha menaiki tangga tali secara perlahan. Kakinya agak gemetar. Ia harus berpegangan pada bahu dan juga tangan Kyuhyun untuk menguatkan dirinya.

“Aku sedikit takut,” ujar Seohyun memandangi Kyuhyun lagi.

“Kau tidak boleh takut, aku akan membantumu,” Kyuhyun berkata dengan manis. Kata-kata itu membuat Seohyun seperti terhipnotis. Seohyun kemudian melangkah naik lagi. Mencoba untuk tidak melihat ke bawah. Kemudian, Seohyun merasakan sesuatu akan terjadi dengan balon udara itu. Sepertinya balon udara itu akan terperosok jatuh.

“Kyuhyun-sshi! Cepat naik!” pekik Seohyun panik. Balon udara itu sepertinya benar-benar akan segera jatuh.

“Tidak apa-apa, jangan berhenti! Kau harus sampai dulu!” Kyuhyun rasanya tidak bisa menaiki tangga tali itu karena sakit dipinggangnya makin menusuk dan menjadi-jadi.

“Kau harus naik! Harus naik! Balonnya akan jatuh!!!” Seohyun malah berteriak-teriak. Wajah Seohyun begitu panik dan pucat. Saat itu Kyuhyun menjadi terhenyak. Tim SAR pun menyarankan agar Kyuhyun ikut naik dibawah Seohyun.

“Kalau begitu cepatlah!” ujar Kyuhyun akhirnya. Seohyun bergegas mempercepat lajunya dengan tangan yang semakin gemetar. Kyuhyun sudah meraih tali dibawah Seohyun dengan tangannya. Seohyun ingin mempercepat langkahnya untuk terus naik dan berusaha tidak menengok Kyuhyun dibawahnya.

Bertepatan dengan langkah Seohyun ke anak tangga tali berikutnya, sesuatu terdengar jatuh ambruk dan menyusul sesuatu yang terdengar jatuh terperosok dan berdebam. Seohyun melongok ke bawah dengan amat terkejut.

“KYUHYUN-SSHIIIIIIII!!!!” teriak Seohyun histeris saat mengetahui Kyuhyun tidak ada lagi dibawahnya.

“Kyuhyun-shiii,” wajah Seohyun menjadi lebih pucat dari sebelumnya. Ia menatap balon udara yang meluncur turun, mencari-cari Kyuhyun yang tertutup balon dengan bentuk aneh itu.

“Nona, cepatlah naik, agar kami bisa menyelamatkan temanmu!” Seru Tim SAR.

“Kyuhyun-shi,” airmata Seohyun mulai jatuh perlahan. Ia tahu Kyuhyun sedang sangat kesakitan. Ia seharusnya membiarkan Kyuhyun naik ke tali tangga penyelamatan terlebih dahulu. Kondisinya saat ini lebih baik daripada Kyuhyun. Ia terus memandangi balon udara yang menutupi bilik balon udara sehingga hanya parasut lebar yang terlihat.

“Kami pasti akan menyelamatkan temanmu!” Seru Tim SAR sekali lagi. Seohyun mulai menguatkan dirinya dan berusaha dengan susah payah untuk melangkah naik. Kakinya kini terasa sangat sakit.

~~

Sementara itu, Kyuhyun yang tadi merasakan sakit luar biasa dan akhirnya tergelincir jatuh, tidak sempat berteriak lalu jatuh dan masuk kembali ke dalam kotak balon udara, kini tergeletak pingsan. Keadaannya sangat buruk dengan patah tulang pinggang yang semakin parah, dan ia masih tertimpa tepi besi tempat gas balon udara berada. Sungguh malang sekali nasibnya. Balon udara yang benar-benar mengerikan!

~~

Seohyun sudah berada di dalam helikopter. Tubuhnya lemas dan tidak berdaya. Salah satu Tim SAR bergegas turun melalui tali tangga yang tadi untuk menyusul dan. menyelamatkan Kyuhyun.

“Tolonglah selamatkan nyawanya,” Seohyun berkata lemah.

“Kami pasti akan berusaha sebaik-baiknya,” ujar Tim SAR itu. Seohyun mengucapkan terima kasih dan melantunkan do’a dalam hatinya.

Setelah Tim SAR itu sampai di bawah, ia kemudian mulai mencari keberadaan Kyuhyun yang terbenam dalam lautan parasut balon udara. Tim SAR pun terpaksa menyobek bagian-bagian parasut itu agar cepat menemukan Kyuhyun.

“Astagaaa,” Tim SAR itu menemukan kepala Kyuhyun yang berdarah dan tubuhnya lebam di sana-sini.

Seohyun memandangi itu dari atas helikopter dengan hati teriris-iris. Tidak jelas apa yang terjadi di bawah sana, namun sepertinya keadaan Kyuhyun sangat mengkhawatirkan.

“Kyuhyun-sshi,” mulutnya tidak berhenti mengucapkan nama Kyuhyun.

“Aku akan menghubungi regu penyelamat darat untuk membawa tandu kemari. Sebaiknya cepat koordinasikan dengan yang lain. Aku akan tinggal dengan korban di sini dan memberikan pertolongan pertama semaksimal mungkin.”

Tim SAR di dalam helikopter menerima pesan singkat dari bawah sana. Seohyun terus memandangi keadaan Kyuhyun yang sepertinya sangat mengenaskan di bawah sana. Helikopter yang menyelamatkan Seohyun bergegas menaati instruksi yang diberikan dan mulai terbang menjauh.

“Kyuhyun-sshii, kita harus secepatnya bertemu kembali…,” airmata Seohyun meleleh lagi, hatinya begitu terguncang dan dadanya jadi sesak memikirkan segala kemungkinan yang mungkin terjadi. Seohyun memandangi pohon tempat mereka tersangkut dengan hati yang begitu hampa.

~~

Seohyun tidak mendapat kesempatan untuk bertemu Kyuhyun selanjutnya setelah penyelamataan itu. Ia habis-habisan dimarahi Seo In-guk dan In-guk bersikeras agar mereka harus segera pulang ke Seoul. Seohyun tidak lagi berani melawan kakaknya kali ini.

“Mengapa kau begitu ceroboh?! Apa yang sebenarnya ada dalam pikiranmu?!” bentak In-guk.

“Geundae, aku masih ingin di sini, Oppa,” rajuk Seohyun berusaha merayu kakaknya, sambil memijit kakinya yang masih sedikit nyeri. Setelah turun dari helikopter, ia langsung dilarikan ke rumah sakit dan ia terus menanyakan keadaan Kyuhyun pada orang yang sekiranya mengetahui kondisi Kyuhyun. Mereka bilang Kyuhyun di rawat rumah sakit yang lain, yang terdekat dari lokasinya saat itu. Seohyun mendesah begitu kecewa.

“Pikirkan keadaanmu! Aku tidak mau lagi kau kenapa-kenapa. Kita pulang saja,” In-guk berkata tegas.

“Tapi, dia pasti membutuhkan aku dan ingin melihatku,” bela Seohyun.

“Dia siapa? Bukankah keluargamu jauh lebih penting dibandingkan dengan orang lain?” In-guk menatap wajah Seohyun dengan pandangan tajam.

Seohyun tidak bisa lagi mendebat perkataan kakaknya setelah berjam-jam ia menerima omelan dan kemarahan kakaknya sejak di rumah sakit sampai dengan di apartemen kakaknya sekarang ini.

Seohyun memandangi layar ponselnya, ia mencoba menghubungi ponsel Kyuhyun yang tidak aktif dan Seohyun mendesah kecewa lagi.

“Kemana orang sombong itu pergi? Apakah dia juga pulang ke Seoul?” tanya Seohyun. Ia teringat pada Yong Hwa. Siapa tahu saja ia bisa mendapat keterangan dari Yong Hwa perihal keadaan Kyuhyun.

“Ia juga akan pulang bersama kita. Kau akan duduk sebangku dengannya,” ujar In-guk santai.

“Mwooo?” Seohyun mendadak terkejut.

~~

Seohyun benar-benar duduk disamping Yong Hwa di dalam pesawat yang akan membawa mereka pulang ke Seoul. Sedang In-guk memilih bangku dibelakangnya. Seohyun berkali-kali menoleh In-guk dengan pandangan tidak mengerti.

Yong Hwa dengan sikap elegannya menikmati perjalanan dengan membaca majalah TIME. Seohyun terus mengamatinya dengan gelisah. Yong Hwa baru menyadari sikap Seohyun yang tidak tenang disampingnya setelah gadis itu berusaha menarik perhatiannya dengan menghembuskan nafas yang sedikit keras.

“Kau kenapa?” tanya Yong Hwa.

“Kenapa?! Apakah kau sama sekali tidak cemas akan keadaan Kyuhyun-sshi?” tanya Seohyun dengan nada setengah kesal yang disimpannya sejak tadi.

“Ada apa dengan dirimu? Bukankah rumah sakit sudah mengurusnya? Aku hanya perlu membayarnya dari asuransi perusahaanku. Ia bisa pulang kalau ia sudah pulih,” ujar Yong Hwa dengan sikap santai.

“Dia terluka parah! Lagipula dia itu saudaramu sendiri! Harusnya kau menemaninya sekarang ini!” teriak Seohyun dengan jengkel. Seisi penumpang pesawat yang merasa terganggu karena suaranya mulai menoleh kearahnya. Seohyun akhirnya sadar akan sikapnya yang berlebihan dan segera meminta maaf.

“I am so sorry,” ujar Seohyun sopan menoleh ke arah penumpang-penumpang itu. Yong Hwa kini menatap Seohyun dengan pandangan lebih kesal.

“Sungguh gadis tidak punya sopan santun,” ujar Yong Hwa. “Apa pedulimu dengan Kyuhyun? Tsk-tsk-tsk,” Yong Hwa berdecak heran.

“Kau sungguh manusia yang tidak berperasaan!” Seohyun balas berdecak jengkel.

“Seohyun!” bentak In-guk dibelakangnya. Seohyun menjadi terdiam dan kemudian memilih memejamkan matanya. Ia berusaha untuk menghipnotis dirinya sendiri agar ia bisa segera tertidur.

Tidak beberapa lama, Seohyun benari-benar mulai tertidur dan akhirnya ia mulai bermimpi. Mimpi itu sangat buruk. Ia dan Kyuhyun sedang berada di atas awan putih yang dihujani panah dari bawah sehingga awan putih itu menjadi berlubang di sana-sini. Kyuhyun mendekap erat tubuh Seohyun dan mencoba menghalangi anak panah yang hendak mengenai tubuh Seohyun. Tubuh Kyuhyun berkali-kali menerima lintasan anak panah yang mulai menggores kulit di tubuhnya.

“Aku akan melindungimu…,” ujar Kyuhyun lembut ditelinga Seohyun. Kemudian Seohyun terbangun perlahan tanpa rasa kaget sama sekali. Perasaannya kini mulai hampa.

“Kyuhyun-sshi…,” mulut Seohyun menggumam pelan. Ia sangat ingin berada disamping Kyuhyun saat ini. Sangat ingin. Seandainya Kyuhyun masih pingsan, maka Seohyun akan menggenggam tangannya dengan erat sampai Kyuhyun terbangun. Seandainya Kyuhyun dalam keadaan sadar, Seohyun ingin memandangi wajahnya dan mengajaknya berbicara hal-hal kecil. Seperti betapa senangnya Seohyun bisa bertemu dengan seseorang seperti Kyuhyun, atau betapa Seohyun ingin memiliki Istana Lollipop dan Kyuhyun menjadi Pangeran di istana itu, atau Seohyun ingin mendengar cerita-cerita Kyuhyun soal kehidupannya yang belum sempat ia dengar. Seohyun juga ingin merencanakan pertemuan di cafe kecil dekat bandara atau berjalan-jalan bersamanya di taman kota…

Seohyun tersenyum kecil membayangkan hal itu. Dan, hatinya hampa kembali saat ingat ia sama sekali tidak mengetahui keadaan Kyuhyun saat ini.

~~

Kyuhyun terbangun sendirian dalam dingin dan dalam keremangan lampu rumah sakit. Ia memandang ke sekelilingnya yang sedikit gelap. Seorang suster jaga ternyata menungguinya disamping tempat tidurnya.

“Kau sudah bangun?” suster itu tersenyum manis. Kyuhyun memandangnya.

“Kau dari Korea?” tanya Kyuhyun sejenak mencoba melupakan rasa sakitnya.

“Ne. Karena semangat cinta kasih dan kebangsaan, aku menungguimu hingga kau tersadar,” suster itu berusaha mengajak bergurau.

Kyuhyun termangu.

“Dimana kekasihku?” Kyuhyun bertanya.

“Kekasihmu?” tanya suster cantik itu menjadi keheranan. Ada letupan kecil terjadi dihatinya.

“Benar. Kekasihku tidak menungguiku?” tanya Kyuhyun lagi.

“Mianhe, tapi kau diantarkan sendirian oleh Tim SAR kemari. Cideramu sangat parah. Dan, tidak ada yang menemanimu sejak kedatanganmu ke rumah sakit sampai dengan saat ini,” jelas suster itu.

Kyuhyun mendadak bersedih. Sungguh tega gadis itu kepadanya. Mengapa ia meninggalkan dirinya sendirian? Mengapa gadis itu tidak menungguinya? Apakah gadis itu tidak mencintainya? Apakah gadis itu tetap memilih lelaki itu dibanding dirinya? Wajah Kyuhyun sangat murung dan ia berusaha melupakan rasa sakit dihatinya. Rasa sakit dihatinya lebih sakit daripada rasa sakit yang kini sedang menusuk pinggangnya. Ia ingin tertidur saja selamanya.

“Aku Park Eun Ri. Jika kau butuh sesuatu, kau bisa memanggilku.” Suster itu melihat Kyuhyun yang sepertinya ingin tidur kembali. Eun Ri segera melangkah keluar dari ruangan Kyuhyun.

Kyuhyun dengan wajah yang murung mulai menitikkan airmata karena rasa sakit dihatinya yang tak kunjung sembuh. Gadis itu tidak pernah mencintainya…

~~

~to be continued…

Fanfiction SeoKyu “Love in Balloon” Part 2

“Love in Balloon”

~Part 2~

Review cerita sebelumnya:

Seohyun sedang mengunjungi kakaknya, Seo In-guk yang menempuh studi di Melbourne. Mereka pun pergi ke sebuah perayaan festival balon udara. Di sana mereka bertemu Yong Hwa secara tidak sengaja, direktur muda yang sedikit arogan. Di sisi lain, Kyuhyun, sekretaris Yong Hwa ditugasi untuk mengurus lomba balon udara yang mereka ikuti. Seharusnya Yong Hwa yang terbang dengan balon udara pada festival tersebut, tetapi Yong Hwa menolak dan menyuruh Kyuhyun untuk terbang. Seohyun yang mendengar kesinisan Yong Hwa tanpa berpikir panjang ikut terbang bersama Kyuhyun. Kyuhyun pun dibuat terkejut dengan kehadiran Seohyun. Mereka yang sebenarnya sama-sama malu-malu akhirnya mulai berkenalan.

“Aku Jo Seohyun, namamu siapa?” tanya Seohyun sambil tersenyum amat manis pada Kyuhyun.

“Kyuhyun. Cho Kyuhyun,” ucap Kyuhyun dengan tersenyum sambil melihat ke arah api yang menjaga balon untuk tetap terbang dengan baik.

Seohyun mengangguk-angguk sambil memandang ke bawah dan ke kejauhan dengan takjub. Dilihatnya di bawah sana, kakaknya, In-guk dan juga Yong Hwa masih melambai-lambaikan tangannya dengan panik. Sejak tadi ia tidak menyadari bahwa ia telah kabur dari pengawasan kakaknya. Ia tertawa dan balas melambaikan tangannya dengan senang dan sangat antusias.

“Geunde, apa hubunganmu dengan Yong Hwa-sshi?” tanya Kyuhyun pada Seohyun. Masih penasaran dengan kemunculan gadis ini yang sangat tiba-tiba.

“Haha. Sebenarnya aku baru bertemu dengannya tadi. Aku merasa ada sesuatu yang dia sembunyikan sehingga dia tidak mau terbang,” ucap Seohyun polos.

Kyuhyun tertawa kecil.

“Tentu saja. Siapa yang mau naik benda jelek seperti ini?” Kyuhyun akhirnya tertawa.

“Apa maksudmu?”

“Jika kau melihat dengan teliti, balon ini bentuknya tidaklah bagus. Seperti kau tahu bahwa balon ini adalah berbentuk wajah Yong Hwa. Telinga dari Yong Hwa tidak presisi satu sama lain.”

“Aku curiga ada maksud lain dibalik itu,” sahut Seohyun.

“Aku beritahu padamu. Aku yang mendesainnya. Aku yang menjahitnya bersama tukang jahit balon gas ternama, aku yang mengacaukan nama perusahaan Jung Yong Hwa. Matilah aku jika aku turun nanti!” ujar Kyuhyun.

Seohyun malah tertawa-tawa.

“Sepertinya kau punya dendam pribadi padanya,”

“Sebenarnya tidak ada,” Kyuhyun berbohong.

Keduanya terdiam. Beberapa saat merasakan kecanggungan di antara mereka berdua karena mereka sebenarnya belum terlalu saling mengenal satu sama lain.

“Aku pikir kau ada sesuatu dengan Yong Hwa-sshi,” Kyuhyun merasa mulai kehabisan bahan obrolan.

“Anio-aniooo,” Seohyun tertawa dengan malu. “Aku sama sekali baru bertemu dengannya tadi, berpikir kesana pun aku tidak.”

“Berarti aku cukup beruntung kau mau menemaniku di sini. Aku pikir aku akan terbang sendiri karena kedua temanku tidak mau,” Kyuhyun tertawa manis.

Seohyun balas tertawa. Mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.

“Kau mau lolipop?” tawar Seohyun pada lelaki sebelahnya yang kini tidak terlalu sibuk mengendalikan balon udara. Wajah Kyuhyun berseri entah untuk alasan apa.

“Apa ini? Permen?” Kyuhyun menerima permen pemberian Seohyun dan membuka bungkusnya. Seohyun senang orang disebelahnya ini mau memakan lolipop kesukaannya.

“Kau bekerja?” tanya Kyuhyun.

“Ne. Usai kuliah aku kini bekerja.” Jawab Seohyun pendek.

Beberapa saat mereka terdiam…. Mereka sedang menikmati pemandangan yang membentang di sekitar mereka. Tampak deretan kota Melbourne yang semakin mengecil di bawah sana. Tampak pula barisan hutan dan pegunungan jika mata memandang ke kejauhan. Angin bertiup semakin kencang karena mereka terbang semakin tinggi.

Seohyun merapikan rambut panjangnya yang terbang tertiup angin. Ia menatap Kyuhyun yang tampak seperti melamun dan membayangkan sesuatu sambil menyesap lolipop dimulutnya. Tampangnya lucu sekali.

~~

“Apakah adikku akan aman di atas sana bersama karyawanmu?” tanya In-guk dengan wajah cemasnya. Yong Hwa menoleh dengan sedikit canggung.

“Tentu saja. Tidak usah khawatir, dia pengemudi balon terbang profesional,” ujar Yong Hwa pelan dengan nada tidak yakin. Dalam hatinya ia sendiri ragu apakah sepupunya itu benar-benar mampu terbang dengan baik? Sepertinya hanya sepupunya dan Tuhan yang tahu.

“Jika adikku terluka sedikit saja, kau akan menanggung akibatnya!” ancam In-guk dengan nada yang semakin tidak main-main.

“Kenapa kau menyalahkanku? Bukankah dia sendiri yang ingin terbang?” Yong Hwa bergumam kesal dan memandang ke arah lain saat In-guk memelototinya.

~~

Balon udara yang aneh itu terus terbang di ketinggian. Sudah dua puluh menit mereka berputar-putar dan terbang di udara mengitari kota Melbourne. Saatnya mereka harus bersiap untuk turun.

Kyuhyun mengecilkan api di tungku pembakaran untuk membuat laju balon udara melambat dan perlahan akan menurun.

Seohyun bersiap-siap dan memandangi lapangan di bawah sana yang akan menjadi landasan untuk berhenti.

Tetapi…

Entah apa yang terjadi dalam hitungan menit, balon udara itu malah terbawa angin agak menjauh dari tempat yang diperkirakan untuk mendarat dan sepertinya pendaratan ini tidak akan bisa berjalan mulus.

Dada Kyuhyun mulai berdebar dengan kencang. Debarannya melebihi saat pertama kali dirinya melihat Seohyun tadi.

“Apa yang terjadi?!” tanya Seohyun sedikit panik saat ia merasakan goncangan kecil di tempatnya berdiri. Kyuhyun tidak menjawab agar tidak menambah kepanikan Seohyun. Ia terus berusaha mengendalikan laju balon udara ke tempat sebagaimana-mestinya yang sudah dipersiapkan untuk balonnya mendarat.

“Aku merasa sudah melakukan segala sesuatunya dengan benar,” ucap Kyuhyun berusaha mengingat sesi latihan menerbangkan balon udara beberapa waktu yang lalu.

Entah kenapa, balon udara ini malah semakin meliuk-liuk dan terbang menjauh dari tempat pendaratan. Helikopter yang memantau penerbangan balon-balon udara memberikan kode pada Kyuhyun agar ia mengikuti arah angin dan mengatur lagi nyala api di tungku pembakaran. Dengan bergegas, Kyuhyun berusaha mengecek nyala api dengan memandang ke atas. Ia benar-benar tidak tahu apa yang sedang terjadi kini.

Seohyun berusaha bersikap tenang dan tidak panik walau di dalam hatinya, ia merasakan jantungnya berdebar tidak keruan. Apakah ia akan jatuh?! Apakah balon ini akan terbakar?! Seohyun langsung berdoa di dalam hati agar mereka baik-baik saja dan bisa mendarat dengan selamat. Ia mengingat wajah kakaknya yang baik dan kedua orang tuanya di Korea. Seohyun bergidik ngeri.

Namun, ternyata kemalangan memang hendak menimpa mereka berdua. Tepat, saat Seohyun mendongak, ia melihat balon udara ini mulai menepi ke atas pepohonan, entah kenapa mereka bisa secepat itu mencapai tepi hutan yang tadi sempat dilihatnya sangat jauh dari lapangan tempat seharusnya balon udara mereka mendarat.

“Jeongmal-joesong-hamnidaaa,” Kyuhyun memohon maaf pada Seohyun yang tidak dapat mengucapkan sepatah kata pun. Wajahnya pucat pasi dan bibirnya sudah tampak memutih karena sangat takut.

Mereka akan jatuh!

Sebelum mereka sempat menyadari apa yang benar-benar akan terjadi pada mereka dan belum sempat mereka mempersiapkan diri untuk jatuh, balon udara yang teramat lebar itu mulai merangsek dan parasutnya hampir jatuh.

“Aaaaaaaaa!” Seohyun menutup matanya dan balon besar itu pun dengan sukses tersangkut di atas pohon pinus besar dan sangat tinggi. Kyuhyun secara refleks memeluk tubuh Seohyun seerat-eratnya. Seohyun makin keras berteriak. Mereka merasakan keranjang yang saat ini memuat tubuh mereka akan segera jatuh dengan sempurna.

Tapi, ternyata mereka tetap tersangkut di ketinggian pohon pinus besar itu.

Dengan tubuh gemetar, Seohyun membuka mata. Kyuhyun perlahan juga melepaskan pelukannya terhadap Seohyun.

“Apa yang terjadi?” Seohyun memandang sekeliling. Tidak sadar dengan apa yang telah terjadi padanya dalam sepersekian detik tadi.

“Dengan amat menyesal, aku harus mengatakan kita terjatuh dan tersangkut di atas pohon,” ucap Kyuhyun dengan nada sangat prihatin dan menyedihkan. Rasanya ia seperti orang yang paling bodoh dan rasanya ia ingin menangis saja.

Seohyun melongo. Memandang sekeliling. Ia merasakan tubuhnya yang sakit sekali. Apakah ia sempat terluka? Kakinya sakit sekali dan tak bisa digerakkan.

“Kakiku sakit sekali…,” keluh Seohyun mulai meringis kesakitan. Kyuhyun merasa tidak enak mendengarnya.

“Apakah kakimu patah?!” tanya Kyuhyun dengan nada sangat khawatir. Ia pun merasa pinggangnya akan patah tapi ia sekuat tenaga menahan rasa sakitnya. Ia lebih khawatir lagi karena gadis di depannya ini sama sekali tidak terlihat ingin marah.

“Aku tidak tahu, tapi rasanya sulit sekali digerakkan,” Seohyun mencoba untuk menggerakkan kakinya dan rasanya sungguh terasa nyeri.

Kyuhyun mencoba bergerak. Pinggangnya seperti patah menjadi beberapa bagian dan rasanya ngilu. Tapi ternyata, gerakan sedikit saja, membuat keranjang itu oleng karena berat mereka dan posisi mereka yang demikian mengkhawatirkan keadaannya.

“Kita harus berhati-hati!” Pekik Seohyun sedikit panik lagi. Ia mulai meringis lagi. Kyuhyun dibuat tidak berdaya melihat wajah Seohyun.

“Sebenarnya apa pekerjaanmu?” tanya Kyuhyun berusaha mengabaikan kemungkinan Seohyun yang akan marah, sekaligus mengabaikan rasa sakit dipinggangnya.

“Kenapa kau menanyakan hal itu di saat seperti ini?” tanya Seohyun tidak mengerti.

“Kau tampak sangat tenang dan tidak khawatir,” ucap Kyuhyun.

“Sebenarnya aku sangat takut. Tapi, aku berusaha mati-matian menahan diri,” jelas Seohyun. “Aku seorang pramugari.”

Kyuhyun membulatkan mulutnya. Pantas saja Seohyun tampak terlatih menguasai diri.

“Oh, Tuhan…,” keluh Kyuhyun merasa tidak sanggup merasakan sakit dipinggangnya.

“Waeyo?” cemas Seohyun. “Apakah kau terluka?” Seohyun berusaha mengetahui kondisi Kyuhyun. Kyuhyun melambaikan tangannya menandakan bahwa Seohyun tidak perlu khawatir. Tapi, Seohyun melihat bahwa Kyuhyun sangat kesakitan luar biasa. Bahkan sakit dikakinya sudah bisa diatasinya, tapi sekarang ia tidak tahan melihat wajah Kyuhyun seperti itu.

“Kau harus melihat cideramu!” teriak Seohyun. Kini Kyuhyun tampak mencoba bertahan dengan posisi tidak bergerak agar tidak mengubah posisi keranjang balon udara. Kyuhyun sungguh tidak kuat menahan sakit ini.

Perlahan Seohyun memberanikan diri menyentuh pinggang Kyuhyun dan memastikan keadaan Kyuhyun. Kyuhyun hampir pingsan karena rasa sakit yang begitu luar biasa.

“Bukalah sedikit pakaianmu,” ujar Seohyun.

“Mwo?” ujar Kyuhyun pelan.

“Kau harus melihat seberapa parah cideramu,” ujar Seohyun.

Ragu-ragu Kyuhyun bergerak.

“Kau hanya harus melihat seberapa parah lukamu,” ujar Seohyun lagi.

“Bagaimana dengan kakimu?” tanya Kyuhyun.

“Aku baik-baik saja. Sepertinya tidak terlalu parah. Kau sendiri harus mengkhawatirkan keadaanmu,”

Kyuhyun menjadi terdiam. Ia membuka sedikit kemejanya. Seohyun menatap pinggang Kyuhyun yang terbuka.

“Ya Tuhan…,” Seohyun menutup mulutnya. Luka itu berwarna lebam biru keunguan dan hampir menghitam.

“Itu pasti rasanya sakit sekali,” ujar Seohyun. Kyuhyun hanya dapat meringis menahan rasa sakit yang begitu menusuk. Ia memejamkan mata. Ia mendengar Seohyun membuka sesuatu tapi ia tidak sanggup bertanya karena rasa sakit dipinggangnya semakin menusuk. Seakan tulang ingin mencuat keluar menembus pinggangnya.

Tiba-tiba Kyuhyun sedikit terkejut karena bagian pingggangnya terasa sangat dingin.

“Kau mengobatiku?” tanya Kyuhyun pada Seohyun.

Seohyun sebenarnya hanya mengoleskan krim pelembab wajahnya pada pinggang Kyuhyun. Tentu saja itu tidak akan menyembuhkan memar dan lebam tapi setidaknya bisa membantu Kyuhyun untuk melupakan rasa sakit.

“Aku bukan dokter ortopedi,” ujar Seohyun. “Tapi, aku tahu, ini pasti sangat sakit sekali buatmu,” lanjut Seohyun lagi.

Kyuhyun terdiam. Tapi, rasanya sangat aneh. Tangan Seohyun dingin. Atau lebih tepatnya, menentramkan. Sentuhan itu begitu menentramkan. Tangan Seohyun yang mengoleskan krim itu terasa dingin di kulitnya dan itu benar-benar menentramkan. Pertama kalinya Kyuhyun mendapat sentuhan langsung dari seorang gadis dewasa. Ia bahkan merasa sangat berdebar karena sentuhan lembut itu. Bagaimana ini? Ia pasti akan merasa sangat ketagihan akan perasaan semacam ini. Kyuhyun mencoba menahan nafas sekaligus menahan rasa sakit.

Seohyun terus menatap luka lebam di pinggang Kyuhyun dengan pandangan bertanya, apakah rasanya sakit sekali? Ia ingat In-guk pernah jatuh dari tangga saat mengecat rumah dan pinggangnya pun lebam karena mengalami patah tulang. Seohyun menyaksikan sendiri bagaimana In-guk hanya terus meringis kesakitan selama seminggu lebih.

Saat pandangan Seohyun dan Kyuhyun bertemu, mereka seperti menemukan sesuatu dalam hati mereka masing-masing. Tangan Seohyun pun berhenti menyentuh pinggang Kyuhyun. Kyuhyun merasa aneh saat tangan lembut itu berhenti menyentuhnya.

~to be continued… Cieee yang seneng baca SeoKyu mesra2an cieee 😀